22 April 2026
Share:

Bisnissawit.com – 1st International Environment Forum (IEF) & Exhibition 2026 resmi digelar oleh Media Perkebunan di Jakarta bertepatan dengan peringatan Hari Bumi setiap 22 April.

Forum yang mengusung tema “Kelapa Sawit Merusak Lingkungan?” ini menjadi wadah diskusi berbagai pihak untuk membahas hubungan antara industri kelapa sawit dan isu lingkungan secara objektif dan berbasis data.

Pemimpin Umum Media Perkebunan, Ir. Bambang, MM dalam sambutannya mengatakan, forum ini digelar untuk membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai sawit dan lingkungan, di tengah masih banyaknya persepsi negatif yang berkembang di masyarakat.

“Selama ini sawit sering menjadi pihak yang disalahkan dalam berbagai persoalan lingkungan. Karena itu, kami ingin menghadirkan forum yang bisa memberikan sudut pandang yang lebih utuh, ilmiah, dan berdasarkan fakta,” ujar Bambang, Rabu (22/4/26).

Menurutnya, industri kelapa sawit memiliki peran besar bagi Indonesia, baik dari sisi ekonomi, penciptaan lapangan kerja, maupun pembangunan daerah. Namun, isu keberlanjutan tetap harus menjadi perhatian bersama.

“Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bahwa sawit juga memiliki banyak praktik baik dalam pengelolaan lingkungan. Tantangannya memang ada, tetapi solusinya juga sudah banyak dikembangkan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan generasi muda agar tidak hanya melihat isu sawit dari satu sisi saja.

“Anak-anak muda harus mendapatkan informasi yang benar dan berimbang. Jangan sampai opini yang berkembang justru tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ucapnya.

Selain menghadirkan diskusi dan paparan dari para narasumber, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran teknologi pengolahan air dan POME sebagai bagian dari solusi pengelolaan lingkungan di sektor perkebunan sawit.

Baca Juga:  Jelang TPOMI 2024, Mengenal Teknologi Biomicrogel BMG-C4 Untuk Kelapa Sawit

Forum ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun pemahaman yang lebih baik mengenai sawit berkelanjutan.