Bisnissawit.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (5/8) mencatat adanya perubahan kepemilikan saham signifikan pada dua emiten kelapa sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG). Pergerakan ini memunculkan spekulasi soal strategi baru para pemegang saham besar di sektor perkebunan.
PT Putra Borneo Agro Lestari tercatat melepas 35,21 juta lembar saham SSMS. Transaksi dilakukan melalui PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia dan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, sehingga kepemilikan perusahaan tersebut turun menjadi 6,97%. SSMS sendiri dikenal sebagai salah satu pemain besar industri kelapa sawit dengan lahan luas di Kalimantan.
Sementara itu, pada DSNG, aksi jual dilakukan oleh PT Triputra Investindo Arya yang melepas sekitar 3,62 juta lembar saham melalui PT Bahana Sekuritas. Porsi kepemilikan Triputra turun tipis ke 28,26%, namun tetap mempertahankan statusnya sebagai pengendali utama. DSNG merupakan emiten sawit yang juga memiliki lini bisnis produk kayu dan energi terbarukan.
Manuver jual saham ini terjadi di tengah tren positif harga minyak sawit mentah (CPO) sejak Mei 2025, yang sebelumnya mengerek kinerja keuangan emiten sawit pada semester pertama tahun ini. Meski begitu, pengurangan porsi kepemilikan oleh investor besar dapat menjadi indikasi strategi likuiditas atau reposisi portofolio yang patut dicermati pelaku pasar.