17 April 2026
Share:

Bisnissawit.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menyelenggarakan Andalas Forum VI Tahun 2026 sebagai ajang tahunan untuk memperkuat kolaborasi dan membahas masa depan industri sawit nasional. Forum yang digelar pada 16–17 April 2026 di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang ini mengangkat tema “Sawit Indonesia: Sinergi untuk Tata Kelola, Pertumbuhan Ekonomi dan Berkelanjutan.”

Kegiatan tersebut menjadi wadah bertemunya pelaku usaha, pemerintah, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan di sektor sawit guna merumuskan langkah strategis bagi perkembangan industri ke depan.

Gubernur Herman Deru saat membuka acara menilai Andalas Forum VI memiliki peran penting bagi industri sawit, khususnya di wilayah Sumatera. Menurutnya, forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi sektor sawit.

“Forum ini bukan sekadar pertemuan, tapi tempat kita membedah persoalan, baik internal organisasi maupun tantangan global,” ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, industri sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah maupun nasional. Karena itu, forum seperti Andalas Forum diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang memberi dampak nyata terhadap penguatan industri sawit.

Bagi GAPKI, Andalas Forum tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin tahunan. Forum ini dirancang sebagai sarana untuk berdiskusi, bertukar ide, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta membangun sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mendukung tata kelola industri sawit yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan Andalas Forum VI meliputi seminar dan pameran yang membahas berbagai isu strategis di sektor sawit nasional.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono dalam kesempatan tersebut menyoroti tantangan yang tengah dihadapi industri sawit, terutama dari sisi ekspor.

Baca Juga:  CSRA Gelar RUPS 7 Mei 2025, Ini 4 Agenda Penting yang Dibahas

“Ekspor kita turun bukan karena perusahaan tidak mau menjual, tapi karena kondisi global yang membuat biaya naik tajam,” tegas Eddy.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Andalas Forum VI tidak hanya membahas peluang industri sawit, tetapi juga menjadi ruang untuk mengurai hambatan-hambatan nyata yang sedang dihadapi pelaku usaha di tengah dinamika pasar global.