Bisnissawit.com – Harga minyak sawit mentah (CPO) masih mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir pada proses tender yang digelar oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau tender PTP.
Memasuki bulan suci Ramadhan, hasil tender periode Jumat (28/2/2025) kembali berakhir dengan withdraw (WD) dan minim pelabuhan ekspor.
Seperti sebelumnya, tender PTP kali ini tidak melibatkan Pelabuhan Belawan di Medan, Sumatera Utara, dan hanya mengandalkan Pelabuhan Dumai di Riau serta dua lokasi lainnya, yaitu Sei Tapung dan Pelaihari.
Hasil tender menunjukkan bahwa selisih harga penawaran tertinggi mengalami penurunan hingga Rp 51 per kilogram (Kg), meski harga masih berada di kisaran Rp 15.050-an per Kg.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para petani sawit, mengingat sejak Kamis (27/2/2025) sore hingga Jumat siang, harga pembelian tandan buah segar (TBS) terus melemah dengan rata-rata penurunan sebesar Rp 30 per Kg.
Berikut rincian harga CPO per Kg di luar PPN pada tender PT KPBN periode Jumat (28/2/2025):
- Dumai: Rp 15.162 – WD. Harga penawaran tertinggi Rp 15.057 – PAA (sebelumnya Rp 15.108 – AGM, naik Rp 54 dari harga WD, tetapi turun Rp 51 dari harga penawaran tertinggi).
- Sei Tapung: Rp 14.923 – WD. Harga penawaran tertinggi Rp 14.730 – WNI.
- Pelaihari (Loco): Rp 14.608 – WD. Harga penawaran tertinggi Rp 14.006 – WNI (sebelumnya Rp 14.554 – WD. Harga penawaran tertinggi Rp 14.000 – WNI, naik Rp 54 dari harga WD & Rp 6 dari harga penawaran tertinggi).
Dinamika harga ini masih menjadi perhatian, terutama bagi para petani sawit yang berharap adanya perbaikan di awal Ramadhan.