23 Februari 2026
Share:

Bisnissawit.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan bahwa peningkatan produktivitas kelapa sawit menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Upaya ini dinilai penting agar industri sawit nasional tetap berkelanjutan dan mampu bersaing di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan peningkatan produktivitas harus dilihat sebagai bagian dari strategi besar untuk menjaga masa depan industri sawit nasional.

“Produktivitas adalah kunci agar sawit Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi terus melaju ke depan secara berkelanjutan dan berdaya saing,” ujar Zaid.

Ia menjelaskan, BPDP terus memperkuat perannya sebagai penggerak melalui berbagai program strategis, seperti pembiayaan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia perkebunan, hingga pendanaan riset yang berdampak langsung pada peningkatan hasil dan efisiensi usaha tani sawit. Menurutnya, produktivitas sawit bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan petani, dan ketahanan energi.

Sementara itu, Direktur PASPI, Tungkot Sipayung, menegaskan sektor kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemasukan devisa, hingga mendukung ketahanan energi.

“Kalau kelapa sawit bergejolak, maka perekonomian nasional juga akan ikut bergejolak. Sawit bukan hanya komoditas, tetapi tulang punggung ekonomi, terutama tidak hanya di daerah tapi juga perkotaan,” kata Tungkot.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan utama industri sawit saat ini bukan lagi soal perluasan lahan, melainkan stagnasi produktivitas, khususnya di perkebunan rakyat. Berdasarkan data, selama hampir 30 tahun terakhir, peningkatan luas tanaman menghasilkan belum diikuti dengan kenaikan produktivitas yang signifikan.

Baca Juga:  Saham Triputra Agro Melonjak, TAPG Klaim Tak Ada Informasi Material

“Perluasan lahan tidak otomatis meningkatkan produksi. Tanpa perbaikan produktivitas, kita justru akan menghadapi gap produksi di masa depan,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas perkebunan rakyat agar minimal mencapai 3 ton per hektare. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai intervensi strategis seperti program PSR, penyediaan sarana dan prasarana, penguatan SDM, serta dukungan riset berkelanjutan guna memastikan industri sawit tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional.