2 September 2025
Share:

Bisnissawit.com – Ekspor kelapa sawit Indonesia menunjukkan kinerja yang semakin kuat sepanjang Januari hingga Juli 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa volume ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya naik dari 12,29 juta ton menjadi 13,64 juta ton atau meningkat 10,95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi dari sisi volume, tetapi juga nilai ekspor yang melonjak 20,68 persen, dari US$864,07 juta pada Januari–Juli 2024 menjadi US$1,042,72 juta pada periode yang sama tahun 2025. Harga rata-rata unit value pun terkerek 32,92 persen, mencerminkan daya tarik tinggi komoditas sawit di pasar internasional.

Dari sisi sektor, industri pengolahan mencatatkan kinerja paling dominan dengan peningkatan ekspor sebesar 17,40 persen dibanding Januari–Juli 2024. Lonjakan ini salah satunya didorong oleh ekspor minyak kelapa sawit yang menjadi tulang punggung industri pengolahan. Bahkan, jika dibandingkan secara bulanan, ekspor industri pengolahan pada Juli 2025 naik 21,98 persen dibanding Juli 2024, dengan sawit sebagai penyumbang terbesar kenaikan tersebut.

Kontribusi sawit juga tercermin jelas dalam struktur komoditas ekspor unggulan. Golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) – yang mayoritas terdiri dari kelapa sawit – mencatatkan nilai ekspor US$19,41 miliar sepanjang Januari–Juli 2025.

Angka ini naik 37,76 persen dibanding periode sama tahun 2024. Dari sisi pertumbuhan tahunan, HS 15 mencatatkan kenaikan paling tinggi dibanding kelompok komoditas utama lainnya, mengungguli besi baja, mesin elektrik, maupun nikel.

Peningkatan ekspor sawit ini turut memberikan kontribusi besar terhadap surplus perdagangan Indonesia. BPS mencatat bahwa sepanjang Januari–Juli 2025, sektor nonmigas menghasilkan surplus US$34,06 miliar, di mana kelompok lemak dan minyak nabati menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi lebih dari US$19,24 miliar. Surplus ini terbukti menjadi penopang utama di tengah defisit yang masih terjadi pada sektor migas.

Baca Juga:  UPDATE Harga Terbaru TBS Sawit Provinsi Riau Periode 9 - 16 Januari 2024

Harga sawit di pasar internasional juga menunjukkan tren positif. Pada Juli 2025, harga minyak sawit tercatat naik 4,23 persen secara bulanan (m-to-m) dan 8,80 persen secara tahunan (y-on-y). Kenaikan harga ini kontras dengan pelemahan harga beberapa komoditas pertanian lain, menandakan posisi sawit yang relatif stabil dan kuat dalam menghadapi dinamika global.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor sawit pada 2025 membuktikan perannya yang tidak tergantikan dalam menopang perdagangan Indonesia. Lonjakan nilai dan volume ekspor, ditambah dengan kontribusinya terhadap surplus perdagangan, menegaskan bahwa kelapa sawit tetap menjadi komoditas strategis nasional.

Ke depan, tantangan utama terletak pada menjaga keberlanjutan, memperluas pasar ekspor, serta memastikan komoditas ini tetap berdaya saing tinggi di tengah isu lingkungan dan perdagangan global.

Sumber: Berita Resmi Statistik No. 77/09/Th. XXVIII, 1 September 2025