Bisnissawit.com — Upaya industri kelapa sawit untuk memperkuat praktik berkelanjutan kian terlihat melalui pemanfaatan energi terbarukan yang lebih inovatif. Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, bersama PT Organics Bali dan PT Organicsindo Konstruksi Energi dua perusahaan yang berpengalaman dalam teknologi biogas tingkat global resmi mengoperasikan proyek pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) menjadi sumber energi bersih melalui metode co-firing.
POME merupakan limbah cair hasil proses pengolahan minyak sawit yang, jika tidak ditangani dengan baik, dapat melepaskan gas metana yang memiliki efek rumah kaca jauh lebih besar dibanding karbon dioksida. Melalui kolaborasi ini, limbah tersebut kini diolah menjadi biogas yang bermanfaat bagi energi operasional perusahaan.
Proyek ini dijalankan di fasilitas PT Karya Makmur Bahagia (KMB) dan mulai beroperasi penuh setelah tahap commissioning pada September 2025. Instalasi methane capture yang dibangun kini menjadi landasan penting dalam strategi perusahaan mengelola limbah secara bertanggung jawab sekaligus menghasilkan energi terbarukan.
POME dialirkan ke Covered Lagoon BioReactor (CLBR), yakni reaktor anaerobik modern yang dirancang untuk mengurai limbah berkadar organik tinggi tanpa kehadiran oksigen. Proses ini menghasilkan biogas dengan proporsi metana tinggi yang dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Fasilitas ini mampu menghasilkan sekitar 30.558 Nm³ biogas per hari, atau setara 916.740 Nm³ per bulan. Penggunaan biogas tersebut tidak hanya memenuhi sebagian kebutuhan energi pabrik, tetapi juga berpotensi menurunkan emisi hingga 327 ton CO₂ per hari, mencerminkan kontribusi signifikan dalam pengurangan jejak emisi gas rumah kaca.
Untuk memastikan proses berjalan sesuai standar keberlanjutan, sistem ini dilengkapi enclosed flare yang memenuhi persyaratan pasar karbon internasional, sekaligus membuka peluang proyek untuk didaftarkan dalam skema kredit karbon yang relevan. Hal ini memungkinkan fasilitas menghasilkan unit pengurangan emisi terverifikasi (VER) setelah melewati tahapan validasi dan registrasi.
Melalui pemanfaatan biogas sebagai bahan bakar co-firing di boiler, ketergantungan pada energi fosil dapat ditekan. Penggunaan energi pun dapat disesuaikan dengan profil produksi harian pabrik sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih baik.
Rieza Rakhman, selaku Project Planning and Development Department Head Bumitama, menegaskan bahwa inovasi dan kolaborasi merupakan kunci dalam mewujudkan keberlanjutan. Menurutnya, pengolahan limbah menjadi energi terbarukan adalah langkah strategis yang memberikan manfaat langsung dan terukur bagi perusahaan maupun lingkungan.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri biogas, Organics Group melalui PT Organics Bali melihat proyek ini sebagai contoh nyata bagaimana limbah dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi sekaligus solusi lingkungan. Dr. Robert David Eden, Direktur PT Organics Bali, menyampaikan bahwa fasilitas KMB menunjukkan bagaimana pabrik sawit dapat menekan emisi, memperkuat ketahanan energi, serta mempersiapkan diri menghadapi pasar karbon yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, kerja sama antara BGA Group dan Organics menegaskan bahwa transisi menuju energi bersih bukan lagi konsep masa depan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa langkah konkret dalam pengelolaan lingkungan dan energi berkelanjutan sedang dilakukan hari ini, dan dapat direplikasi untuk memperluas dampaknya di masa mendatang.