Bisnissawit.com – Potensi lonjakan harga crude palm kernel oil (CPKO) dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Selasa, 15 Juli 2025 sore, harus kandas di tengah jalan. Pasalnya, proses tender berakhir withdraw (WD), sehingga menghambat laju kenaikan harga yang sempat menjanjikan.
Dilansir dari Mediaperkebunan.id hingga Selasa malam menyebutkan, jika tidak terjadi WD, harga CPKO kemungkinan besar bisa melejit hingga menyentuh Rp 25.600-an per kilogram. Angka ini hampir menyamai rekor tertinggi hasil tender KPBN pada periode akhir Mei hingga awal Juni 2025 lalu.
Kala itu, meski juga berakhir WD, harga tertinggi yang ditawarkan dalam tender mencapai kisaran Rp 24.000-an per kg, dan sempat menyentuh Rp 26.000-an, memperlihatkan tingginya minat pasar terhadap komoditas ini.
Namun sayangnya, tender 15 Juli 2025 hanya berlangsung di Pelabuhan Dumai, Riau, tanpa diikuti oleh lokasi lainnya seperti Belawan, Palembang, atau Lampung. Selain itu, jeda antara tender sebelumnya (8 dan 9 Juli 2025) dengan tender kali ini juga cukup panjang, hampir sepekan.
Berikut adalah rangkuman harga CPKO dalam tender KPBN pada pekan tersebut:
15 Juli 2025
Dumai: Rp 25.677 – Withdraw (WD)
Harga penawaran tertinggi: Rp 23.925 – IBP
9 Juli 2025
Belawan: Rp 23.125 – IBP
8 Juli 2025
Dumai: Rp 23.413 – Withdraw (WD)
Harga penawaran tertinggi: Rp 22.810 – IBP
Palembang (Loco): Rp 23.169 – Withdraw (WD)
Harga penawaran tertinggi: Rp 22.110 – Ikin
Lampung (Loco): Rp 23.339 – Withdraw (WD)
Harga penawaran tertinggi: Rp 15.000 – AMJP
Dengan performa yang sebenarnya cukup menjanjikan, dinamika pasar CPKO masih menyisakan potensi besar. Namun, keputusan WD dan terbatasnya lokasi tender masih menjadi hambatan yang harus diperhatikan pelaku industri ke depan. (*)