8 Oktober 2025
Share:

Bisnissawit.com – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka Malaysia kembali melesat lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (8/10/2025). Lonjakan ini ditopang oleh kenaikan harga minyak kedelai (soyoil) dan minyak mentah dunia, yang mendorong aksi penutupan posisi jual (short covering) sekaligus menarik minat beli baru di pasar.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 60 ringgit atau 1,34%, sehingga bertengger di 4.530 ringgit per metrik ton pada jeda perdagangan siang. Posisi ini merupakan level tertinggi sejak 18 Agustus 2025.

“Penguatan harga soyoil dan minyak mentah semalam ikut mengangkat harga CPO hari ini. Kontrak Desember bahkan mampu menembus level psikologis 4.500 ringgit,” ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur, seraya menambahkan bahwa kondisi tersebut memicu gelombang penutupan posisi jual serta ketertarikan beli baru.

Kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah investor meredakan kekhawatiran kelebihan pasokan, usai OPEC+ memutuskan untuk menahan kenaikan produksi bulan depan. Situasi ini membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel, mengingat eratnya keterkaitan antara harga minyak mentah dan permintaan biodiesel berbasis nabati.

Di sisi lain, Indonesia tetap berkomitmen menerapkan kebijakan biodiesel B50 pada 2026. Program ini, menurut Menteri ESDM, ditujukan untuk menekan impor solar sekaligus memperkuat posisi sawit dalam bauran energi nasional.

Sementara itu, harga soyoil di Chicago Board of Trade naik 0,33%. Adapun perdagangan minyak nabati di Bursa Dalian, China, masih ditutup sejak 1–8 Oktober karena libur nasional.

Tidak kalah penting, pelemahan ringgit Malaysia sebesar 0,12% terhadap dolar AS turut meningkatkan daya saing ekspor CPO, karena harga menjadi lebih murah bagi pembeli yang bertransaksi dengan mata uang asing.

Baca Juga:  Harga CPO Tender KPBN 18 Juni Naik Rp15 per Kg