Bisnissawit.com – Siapa sebenarnya pemilik saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO)? Perusahaan ini merupakan emiten sektor barang konsumen primer yang fokus pada usaha perkebunan kelapa sawit.
Didirikan pada tahun 2001 di Sidoarjo, Jawa Timur dengan nama awal PT Surya Gemilang Sentosa, perusahaan kemudian berganti nama menjadi PT Gozco Plantations Tbk dan mulai beroperasi secara komersial sejak 2007. GZCO memproduksi crude palm oil (CPO) dan inti sawit, dengan lahan perkebunan berlokasi di Sumatera Selatan yang dikelola melalui lima anak usahanya, yaitu:
- PT Bumi Mas Indo Sawit and Subsidiary
- PT Cahya Vidi Abadi
- PT Palma Sejahtera and Subsidiaries
- PT Suryabumi Agrolanggeng
- PT Telaga Sari Persada
GZCO resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 15 Mei 2008 lewat penawaran umum perdana (IPO) dengan harga Rp225 per saham. Dari aksi korporasi itu, perseroan berhasil meraup dana segar Rp337,5 miliar.
Dilansir dari IDX Channel, diketahui dua tahun lalu, saham GZCO sempat dimiliki oleh konglomerat Indonesia, Prajogo Pangestu, yang dikenal lewat Barito Group. Hingga September 2023, ia tercatat memiliki 470,41 juta saham atau sekitar 7,84 persen dari total saham beredar. Namun, sejak Oktober 2023 namanya tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham.
Berdasarkan laporan bulanan pemegang saham per 31 Juli 2025, struktur kepemilikan GZCO adalah sebagai berikut:
- PT Golden Zaga: 1,70 miliar saham (28,37%)
- Tjandra Mindharta (Komisaris): 1,58 miliar saham (26,37%)
- Nyamdorj Chuluunbaatar: 590,88 juta saham (9,85%)
- Jamal Rosyidin (Direksi): 18,33 juta saham (0,31%)
- Andrew Michael (Direksi): 157.100 saham (0,00%)
- Masyarakat non-warkat: 2,10 miliar saham (35,1%)
Secara total, para pengendali saham GZCO memegang sekitar 54,47 persen atau setara 3,28 miliar lembar saham. Sementara itu, porsi free float mencapai 35,1 persen.
Di pasar, saham GZCO pada perdagangan Jumat (15/8/2025) ditutup di level Rp112 per saham. Harga ini tercatat naik 15,46 persen dalam sebulan terakhir, meski secara year-to-date masih turun tipis 0,88 persen.
Dengan demikian, GZCO sebagai produsen CPO tetap menjadi perhatian pelaku pasar, baik dari sisi pergerakan saham maupun dinamika kepemilikan sahamnya. (*)