16 September 2025
Share:

Bisnissawit.com – Konferensi dan Pameran Petani Kelapa Sawit Indonesia (Indonesia Palm Oil Smallholder Conference and Expo/IPOSC) ke-5 akan berlangsung pada 24–26 September 2025 di Hotel Q Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Berdasarkan Statistik Perkebunan Ditjenbun 2023 (angka tetap), luas areal sawit di Kalimantan Barat mencapai 1.829.533 hektare, menjadikannya yang terluas keempat setelah Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Dari total tersebut, 253.465 hektare berupa tanaman belum menghasilkan (TBM), 1.756.508 hektare tanaman menghasilkan (TM), serta 113.439 hektare tanaman rusak atau tidak menghasilkan (TTM/TR). Selain itu, terdapat 303.879 hektare yang masih memerlukan konfirmasi data, karena adanya selisih antara laporan daerah dan hasil penginderaan jauh.

Produksi CPO Kalbar tahun 2023 tercatat 5.200.745 ton dengan produktivitas rata-rata 2,944 ton/ha. Jumlah petani sawit tercatat 279.255 kepala keluarga dengan tenaga kerja mencapai 738.122 orang. Dari sisi pengelolaan, perkebunan swasta mendominasi dengan luas 1.462.395 hektare dan produksi 4.221.997 ton. Perkebunan rakyat memiliki luas 666.744 hektare dengan produksi 1.172.783 ton, sementara perkebunan BUMN (PTPN) seluas 27.848 hektare menghasilkan 42.662 ton CPO.

Untuk 2024 (angka sementara), luas areal sawit tetap 1.829.533 hektare, dengan TBM 265.591 hektare, TM 1.789.840 hektare, dan TTM/TR 101.566 hektare. Luas yang masih perlu konfirmasi naik menjadi 327.454 hektare. Produksi meningkat menjadi 5.437.403 ton dengan produktivitas 3,038 ton/ha. Petani sawit tercatat 280.963 kepala keluarga dengan tenaga kerja 745.122 orang.

Di Kabupaten Kubu Raya sendiri, kebun sawit rakyat pada 2023 hanya 15.180 hektare, terdiri atas 3.353 hektare TBM dan 12.457 hektare TM. Angka ini tergolong kecil dibandingkan sentra utama sawit Kalbar seperti Ketapang (220.281 ha), Sanggau (144.712 ha), dan Landak (80.315 ha). Produksi sawit rakyat Kubu Raya mencapai 34.925 ton CPO dengan produktivitas rata-rata 2,804 ton/ha, dikelola oleh sekitar 4.037 kepala keluarga petani sawit. (*)

Baca Juga:  Transaksi Rp5,5 Triliun, ANJT Resmi Berpindah Tangan?