24 Mei 2026
Share:

Bisnissawit.comINSTIPER kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebanyak 50 mahasiswa penerima Beasiswa SDM PKS dari Badan Pengelola Dana Perkebunan resmi dilepas dalam acara wisuda yang digelar di Auditorium INSTIPER Yogyakarta pada 22 Mei lalu.

Para lulusan tersebut terdiri dari 26 mahasiswa minat studi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) dan 24 mahasiswa Sarjana Manajemen Bisnis Perkebunan (SMBP). Mereka menyelesaikan studi dengan rata-rata masa pendidikan 3,7 tahun.

Rektor INSTIPER menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan BPDP yang terus mendukung pengembangan SDM di sektor sawit melalui program beasiswa.

“Terimakasih kepada negara karena telah memfasilitasi pengembangan SDM kelapa sawit melalui beasiswa SDM PKS. Terimakasih juga kepada BPDP yang terus mempercayai INSTIPER untuk menyelenggarakan beasiswa ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, INSTIPER memiliki jaringan kerja sama dengan 141 perusahaan mitra yang secara rutin membuka rekrutmen di lingkungan kampus. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi lulusan untuk lebih cepat masuk ke dunia kerja.

Sementara itu, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa program beasiswa SDM PKS merupakan investasi pemerintah untuk masa depan industri sawit nasional.

“Pemerintah tidak hanya mengharap Saudara untuk lulus namun juga berkontribusi pada industri kelapa sawit nasional,” katanya.

Ia juga berpesan agar generasi muda mulai mengambil peran dalam pengelolaan perkebunan sawit, termasuk dalam program peremajaan kebun.

“Jangan sampai pohon sawitnya diremajakan tapi yang mengelola masih orang-orang tua. Sudah saatnya yang muda berkontribusi nyata di lapangan,” tegas Alfansyah.

Tak hanya unggul secara akademik, lulusan penerima beasiswa SDM PKS juga mencatatkan capaian tinggi dalam penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 56 persen lulusan diketahui telah diterima bekerja sebelum wisuda. Bahkan, 36 persen di antaranya memperoleh “golden ticket” dari sejumlah perusahaan perkebunan besar, seperti PT Karyamas, PT Kayan, PT Sinarmas Tbk., PT Triputra Agro Persada, PT Palma Serasih, dan PT Citra Borneo Indah.

Baca Juga:  Harga PKO Menanjak Tajam, Jadi Penyelamat TBS Petani Riau di Tengah Anjloknya CPO

Mahasiswa penerima golden ticket dapat langsung diterima bekerja tanpa mengikuti proses rekrutmen ulang karena telah dinilai kompeten saat menjalani program magang di perusahaan.

Perwakilan mahasiswa penerima beasiswa, Dani Iqbal, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan pendidikan yang diberikan melalui program tersebut.

“Melalui beasiswa ini, kami yang merupakan anak petani kelapa sawit atau anak karyawan perusahaan kelapa sawit mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi sehingga membuka peluang kami untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen para lulusan untuk berkontribusi dalam pengembangan industri sawit nasional.

“Kami berjanji akan berkontribusi untuk mengaplikasikan ilmu yang kami pelajari untuk mengembangkan industri kelapa sawit Indonesia,” katanya.

Selain fokus pada akademik, mahasiswa penerima beasiswa juga aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi melalui INSTIPER Academy, mulai dari drone, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), hingga pelatihan bahasa Inggris.

Keberhasilan para mahasiswa tersebut turut diperkuat dengan berbagai prestasi tingkat lokal dan nasional yang berhasil diraih selama masa studi.