Bisnissawit.com – Direktur Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS), Kurniadi Patriawan, melakukan aksi pembelian saham dalam jumlah besar pada 8 Mei 2026. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp380,8 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan yang dirilis Rabu (13/5/2026), Kurniadi membeli sebanyak 476 juta lembar saham NSSS dengan harga Rp800 per saham. Transaksi tersebut dilakukan untuk menambah kepemilikan saham secara langsung di perusahaan.
Setelah aksi pembelian itu, kepemilikan saham Kurniadi di NSSS meningkat tajam menjadi 489,09 juta lembar saham atau setara 2,06% dari total saham perusahaan.
Sebelumnya, ia hanya tercatat memiliki sekitar 13,09 juta saham atau sekitar 0,06% kepemilikan di emiten sawit tersebut.
Manajemen perusahaan juga menjelaskan bahwa Kurniadi memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham utama sekaligus pengendali perseroan. Ia turut terafiliasi dengan anggota Dewan Komisaris NSSS.
Nama NSSS sendiri belakangan menjadi perhatian pasar setelah Dudung Abdurachman bergabung sebagai Komisaris Independen sejak Januari 2026. Purnawirawan Jenderal TNI itu sebelumnya dikenal pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Saat ini, Dudung juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI sejak April 2026, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) hingga akhir April 2026, pemegang saham terbesar NSSS masih dikuasai PT Samuel Tumbuh Bersama (STB) dengan porsi kepemilikan 35,05% sekaligus sebagai pengendali perusahaan.
Selain itu, kelompok afiliasi STB lainnya juga tercatat memiliki saham signifikan di NSSS. PT Samuel International menguasai sekitar 6,31% saham, sedangkan PT Samuel Sekuritas memegang 11,14% kepemilikan.
Adapun porsi saham publik atau free float NSSS tercatat sebesar 26,08% hingga akhir April 2026. Emiten ini diketahui memiliki ultimate beneficial owner atas nama Eunice M Satyono.