Bisnissawit.com — Media Perkebunan resmi meluncurkan program Medbun Peduli bertajuk Perkebunan untuk Kemanusiaan sebagai wujud kepedulian dan aksi nyata sektor perkebunan terhadap dampak bencana banjir serta krisis lingkungan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi, memutus mata pencaharian, serta mengancam keberlangsungan hidup ribuan keluarga. Dalam situasi tersebut, masyarakat terdampak membutuhkan lebih dari sekadar empati mereka memerlukan kehadiran nyata dan dukungan yang berkelanjutan.
Program Medbun Peduli hadir sebagai gerakan kolaboratif yang memadukan kekuatan informasi Media Perkebunan, jejaring industri perkebunan, dan semangat kepedulian sosial berbasis keberlanjutan. Melalui inisiatif ini, bantuan kemanusiaan disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel, sekaligus mendorong peran aktif sektor perkebunan dalam proses pemulihan pascabencana.
Menanggapi berbagai perbincangan di media sosial, Bungaran Saragih, Penasihat Medbun Peduli, menegaskan bahwa persoalan banjir bandang tidak bisa disederhanakan dengan dikotomi “perkebunan atau bukan perkebunan”.
Menurutnya, sektor perkebunan memiliki posisi strategis bagi Indonesia, mulai dari penyerapan tenaga kerja, penggerak ekonomi desa, hingga sumber devisa ekspor. Namun demikian, tata kelola lahan tetap harus menjadi perhatian bersama.
“Persoalannya adalah bagaimana mengelola perkebunan dengan tata kelola yang benar dan berbasis data. Selama data tidak tersedia secara komprehensif, semua pihak akan kebingungan. Pendekatan jangka panjang diperlukan agar risiko banjir bandang dan bencana ekologis lainnya dapat diminimalkan,” ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) Perkebunan, Perubahan Tata Kelola Lahan, dan Risiko Banjir: Data, Dampak, dan Solusi Berkelanjutan, Jumat (12/12/25) di Bogor.
Sementara itu, Pemimpin Media Perkebunan Hendra J. Purba menyoroti kecenderungan sektor perkebunan kerap dijadikan sasaran tudingan ketika bencana banjir melanda Sumatra. Ia menilai, tuduhan tersebut sering kali tidak didukung dasar ilmiah yang kuat.
“Di media sosial, banjir bandang akibat curah hujan tinggi di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh kerap menyeret perkebunan sebagai pihak yang disalahkan. Seolah-olah semuanya berakar dari sana, padahal belum ada bukti ilmiah yang jelas,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Perkebunan untuk Kemanusiaan”, Medbun Peduli menegaskan bahwa sektor perkebunan tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan empati terhadap masyarakat terdampak bencana.
Hingga saat ini, donasi sementara yang berhasil dihimpun mencapai Rp132.000.000 dari berbagai pemangku kepentingan sektor perkebunan. Dukungan datang antara lain dari PT Pulau Sambu sebesar Rp30 juta, Yayasan Pendidikan Kesatuan Bogor melalui Ketua Pembina Prof. Bungaran Saragih sebesar Rp100 juta, serta kontribusi dari Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia dan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia masing-masing sebesar Rp1 juta.
Media Perkebunan mengajak seluruh pelaku industri perkebunan untuk turut bergabung dalam gerakan ini, sekaligus memperkuat pesan bahwa sektor perkebunan bukan hanya komoditas strategis, melainkan juga kekuatan sosial dengan nilai kemanusiaan dan solidaritas yang tinggi.