11 Juni 2026
Share:

Bisnissawit.com – Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) kembali bergerak positif setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam dalam satu bulan terakhir. Penguatan harga saham tersebut terjadi bersamaan dengan keputusan perusahaan membagikan dividen tunai bernilai hampir setengah triliun rupiah kepada para pemegang saham.

Pada perdagangan Selasa (9/6), saham DSNG ditutup menguat 25 poin atau naik 2,33% ke level Rp1.100 per saham. Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan setelah dalam 30 hari sebelumnya saham DSNG terkoreksi hingga 33,93%.

Momentum penguatan tersebut terjadi setelah perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 dan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp498 miliar dari laba tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan dividen Rp47 per saham atau sekitar Rp4.700 untuk setiap satu lot saham sebelum dikenakan pajak.

Pembagian dividen tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan sepanjang 2025. DSNG mencatat laba bersih sebesar Rp1,8 triliun atau melonjak 60,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan perusahaan mencapai Rp12,3 triliun, tumbuh 21,7% secara tahunan (year on year/yoy).

Bisnis kelapa sawit masih menjadi kontributor utama bagi pendapatan perusahaan dengan kontribusi sekitar 88% terhadap total pendapatan sepanjang tahun lalu.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan yang hati-hati dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Selain memperkuat bisnis kelapa sawit, DSNG juga akan mengoptimalkan sektor produk kayu dan energi terbarukan dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.

“Ke depan, perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan operasional, memperkuat budaya continuous improvement, serta mengelola risiko yang lebih baik agar lebih agile terhadap perkembangan ekonomi global maupun domestik,” ujar Andrianto.

Baca Juga:  Prediksi Iklim 2025: Mendukung Produksi Sawit

Kinerja Kuartal I 2026 Tetap Bertumbuh

Memasuki tahun 2026, DSNG masih mampu mempertahankan tren pertumbuhan kinerja. Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,88 triliun atau naik 8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi laba, DSNG mencatatkan laba bersih sebesar Rp430,43 miliar hingga akhir Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat 16,91% dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya yang berada di angka Rp368,15 miliar.

Kinerja positif juga terlihat dari sisi operasional. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 492.000 ton hingga Maret 2026 atau meningkat 2,7% secara tahunan. Sementara itu, produksi crude palm oil (CPO) naik 2,1% menjadi 141.000 ton.

Pertumbuhan produksi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang performa perusahaan di tengah kondisi pasar komoditas yang masih bergerak dinamis.

Prospek Industri Sawit Masih Menjanjikan

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menilai prospek emiten CPO sepanjang 2026 masih berada dalam tren positif. Hal ini didukung oleh harga CPO global yang tetap tinggi, peluang pemulihan produksi setelah gangguan cuaca ekstrem, serta permintaan ekspor yang masih kuat.

Selain itu, program biodiesel domestik turut menjadi salah satu katalis positif karena berpotensi menjaga tingkat konsumsi CPO dalam negeri.

Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu diperhatikan investor, mulai dari kenaikan biaya operasional, perubahan kebijakan ekspor, fluktuasi nilai tukar, hingga ketidakpastian permintaan dari negara-negara importir utama.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, juga menilai prospek DSNG hingga akhir 2026 masih cukup positif. Menurutnya, kinerja perusahaan mendapat dukungan dari pertumbuhan produksi yang stabil serta rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) CPO yang masih berada di level tinggi.

Baca Juga:  Melihat Peluang Planter Kelapa Sawit di Luar Negeri, Keuntungan Serta Tantangannya

“Prospek DSNG masih positif berkat dukungan harga CPO, pertumbuhan produksi, dan efisiensi operasional,” jelasnya.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai DSNG memiliki fundamental yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang berkelanjutan.

Menurutnya, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, tingkat profitabilitas yang sehat, pengelolaan utang yang efisien, serta komitmen terhadap prinsip environmental, social, and governance (ESG) menjadi faktor pendukung bagi daya tarik saham DSNG.

Dengan berbagai faktor tersebut, saham DSNG masih dinilai memiliki prospek menarik untuk investasi jangka panjang. Nafan memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham DSNG dengan target harga Rp1.635 per saham.

Sumber: Kontan.co.id