1 Agustus 2025
Share:

Bisnissawit.com – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), emiten di sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, mencatat lonjakan laba bersih nyaris menyentuh Rp 1 triliun pada semester I 2025, berkat penjualan minyak sawit mentah (CPO) yang moncer.

Dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (1/8/2025), laba bersih DSNG meningkat 80 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 915 miliar. Kinerja impresif ini didorong oleh pertumbuhan volume penjualan dan kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) CPO.

Unit bisnis kelapa sawit menjadi penopang utama pendapatan perusahaan, menyumbang 89 persen dari total pendapatan. Sektor produk kayu berkontribusi 10 persen dan energi terbarukan 1 persen.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyatakan bahwa peningkatan penjualan CPO sejalan dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) yang tumbuh 3,9 persen YoY menjadi 1,1 juta ton. ASP CPO juga meningkat 19,3 persen menjadi Rp14.575 per kilogram, mendongkrak perolehan laba perusahaan.

“Kami melihat permintaan CPO tetap solid, baik dari pasar domestik karena program B40 maupun ekspor ke India dan Tiongkok,” ujar Andrianto.

Dari sisi operasional, produksi CPO meningkat 4,9 persen YoY, didukung oleh pertumbuhan positif dari kebun inti dan plasma. Mutu produk juga tetap terjaga dengan kadar asam lemak bebas (FFA) dan oil extraction rate (OER) masing-masing stabil di level 3 persen dan 23 persen.

Sektor produk kayu turut menunjukkan pemulihan dengan pendapatan mencapai Rp621 miliar atau naik 11 persen YoY. Volume penjualan wood panel meningkat 12,4 persen menjadi 62 ribu m³ meski ASP turun sedikit menjadi USD 358,20/m³. Sementara itu, engineered flooring mencatat volume 325 ribu m², tumbuh 5,2 persen dengan ASP naik 10,9 persen ke USD 33,72/m².

Baca Juga:  Potensi 1 Juta Ton CPO Aceh Menunggu Sentuhan Industri Hilir

Segmen energi terbarukan membukukan pendapatan Rp66 miliar, berasal dari ekspor cangkang sawit dan wood pellet ke Jepang serta penjualan domestik. Penurunan ekspor cangkang terjadi karena penggeseran jadwal pengiriman ke semester kedua.

Secara finansial, aset DSNG meningkat tipis 0,8 persen YoY menjadi Rp17,5 triliun. Kewajiban (liabilitas) berkurang sekitar 7 persen seiring pelunasan utang bank, dan ekuitas tumbuh 6,7 persen menjadi Rp10,6 triliun.

Atas kinerja gemilangnya, DSNG kembali masuk dalam daftar Fortune Top 500 Southeast Asia untuk kuartal II 2025, serta tercatat di sejumlah indeks saham unggulan di Bursa Efek Indonesia seperti IDX80, KOMPAS100, SRI-KEHATI, dan lainnya.

“Pencapaian ini mencerminkan kekuatan keuangan DSNG yang berkelanjutan dan konsistensi kami dalam menjalankan bisnis berbasis keberlanjutan,” pungkas Andrianto. (*)