Bisnissawit.com – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), perusahaan milik konglomerat TP Rachmat, menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp254 miliar atau Rp24 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pekan ini di Jakarta.
Keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham meski menghadapi tekanan global di sektor kelapa sawit dan produk berbasis kayu.
Dilansir dari SWA.co.id, Sabtu (7/6/25), Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa sepanjang 2024 perusahaan menghadapi berbagai tantangan seperti lesunya ekspor, isu keberlanjutan, dinamika politik dalam negeri, serta dampak perubahan iklim dan kebijakan yang kian ketat.
Meski demikian, perusahaan tetap fokus menjaga keberlangsungan bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Strategi yang dijalankan terbagi dalam dua pendekatan: eksploitasi dan eksplorasi. Eksploitasi dilakukan dengan memperkuat lini usaha utama melalui efisiensi dan optimalisasi operasional.
Sementara eksplorasi diarahkan pada pengembangan inisiatif baru yang berkelanjutan, seperti program replanting kebun dan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk biomassa.
Di tahun 2024, DSNG mencatat pendapatan Rp10,12 triliun atau tumbuh 6,5% dibandingkan 2023. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual CPO sebesar 12,3%, meskipun volume produksi menurun 9% menjadi 602 ribu ton akibat dampak lanjutan El Nino yang masih terasa hingga kuartal I-2024.
Bisnis kelapa sawit masih menjadi kontributor utama pendapatan DSNG, menyumbang sekitar 87% dari total pendapatan. Kendati demikian, harga saham DSNG terpantau turun 12,22% sejak awal tahun hingga 5 Juni 2025, berada di level Rp790 per lembar. (*)