11 Agustus 2025
Share:

Bisnissawit.com – Taipan minyak sawit asal Singapura, Kuok Khoon Hong, yang menjadi otak di balik Wilmar Group, memperluas dominasinya di pasar India setelah Adani Enterprises merampungkan divestasi sahamnya di Adani Wilmar Ltd. (AWL), raksasa produsen minyak goreng yang kini sepenuhnya berada di bawah kendali Wilmar International.

Dilansir dari Bisnis.com, Senin (11/8/25) laporan Gulf News menyebutkan rencana divestasi ini pertama kali diumumkan pada Desember tahun lalu, dengan alasan Adani Group ingin fokus pada bisnis infrastruktur inti seperti energi terbarukan, transportasi, dan logistik. Proses penjualan saham tersebut resmi tuntas pada Juli 2025, sebagaimana dilaporkan Forbes.

Kini, Kuok, 76 tahun, yang dijuluki “Raja Kelapa Sawit Asia”, menjadi pemegang saham mayoritas AWL. Wilmar International awalnya hanya memiliki porsi 50% melalui usaha patungan dengan Adani Group. Dengan langkah ini, Kuok semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penguasa pasar minyak nabati terbesar di dunia.

Forbes memperkirakan kekayaan bersih Kuok mencapai US$3,8 miliar atau sekitar Rp61,95 triliun, menjadikannya salah satu pengusaha sekaligus filantropis terkaya di Singapura. Bersama Wilmar International, grup agribisnis raksasa dengan lebih dari 92.000 karyawan, Kuok juga mengendalikan rantai pasok minyak sawit dari perkebunan di Indonesia, Malaysia, Uganda, Pantai Gading, Ghana, hingga Nigeria.

Lahir dan besar di keluarga bisnis, Kuok menempuh pendidikan di University of Singapore dan meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis. Kariernya dimulai pada 1973 di Kuok Oils and Grains, di mana ia menjabat Direktur Pelaksana dan membangun kompleks penyulingan Pasir Gudang Edible Oils di Johor. Ia juga memimpin pembangunan kilang minyak nabati pertama di Tiongkok, South Seas Oils and Fats.

Tahun 1991, Kuok meninggalkan Kuok Group untuk mendirikan Wilmar International dengan modal awal 2 juta dolar Singapura yang merupakan hasil pinjaman rumah keluarga dan dukungan dana dari perusahaan milik ayahnya, Kuok Hock Swee and Sons. Bisnisnya berkembang pesat, dimulai dari perdagangan minyak nabati di Indonesia, pengembangan perkebunan kelapa sawit di Sumatra, hingga ekspansi kilang di Tiongkok.

Baca Juga:  CPO Bangkit Usai Dua Hari Melemah, Didorong Dalian dan Lonjakan Permintaan Global

Kemitraannya dengan Adani Group di India menjadi pintu masuk ke pasar minyak nabati terbesar di Asia. Puncaknya terjadi pada 2007, saat Kuok berdamai dengan pamannya, Robert Kuok, dan menggabungkan aset perkebunan, perdagangan, dan minyak nabati Kuok Group ke dalam Wilmar, yang dibayar dengan 31% saham.

Selain memimpin Wilmar, Kuok juga duduk di jajaran direksi beberapa perusahaan besar seperti Shree Renuka Sugars Limited, Yihai Kerry Arawana Holdings Co., Perennial Holdings Private Limited, dan Perennial Group Private Limited. (*)