4 Oktober 2025
Share:

Bisnissawit.comPT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perseroan mengelola konsesi lahan di Kalimantan, Sumatera, dan Papua dengan fokus produksi minyak sawit mentah (CPO) serta inti sawit.

Mengutip laman resmi perusahaan (3/10/2025), BWPT berdiri pada tahun 2000 dengan nama PT Bumi Perdana Prima International, kemudian berganti nama menjadi PT BW Plantation pada 2007. Saat ini, perusahaan memiliki luas kebun sawit sekitar 87.000 hektare. Dari total tersebut, 73.000 hektare berada di Kalimantan, dilengkapi enam unit pabrik berkapasitas terpasang 325 ton TBS per jam. Di Papua, BWPT mengelola lahan seluas 12.000 hektare dengan satu pabrik berkapasitas 45 ton TBS per jam, sementara di Sumatera terdapat 2.000 hektare kebun sawit.

Secara total, BWPT memiliki tujuh pabrik pengolahan CPO dengan kapasitas produksi 2,2 juta ton tandan buah segar per tahun. Seluruh hasil produksinya telah tersertifikasi RSPO, menandakan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan global.

Pencatatan Saham dan Kepemilikan

BWPT resmi melantai di bursa pada Oktober 2009 dengan melepas 1,21 miliar saham seharga Rp550 per lembar, sehingga meraih dana Rp666 miliar dari penawaran umum perdana (IPO).

Saat ini, berdasarkan laporan registrasi pemegang efek bulanan, mayoritas saham BWPT dikuasai PT Rajawali Capital dengan porsi 37,7% atau sekitar 11,88 miliar saham. Rajawali Capital sendiri merupakan bagian dari Rajawali Corpora yang didirikan pengusaha nasional Peter Sondakh, sekaligus ultimate beneficial owner (pemilik manfaat akhir) BWPT.

Pada perdagangan Jumat (3/10/2025), saham BWPT diperdagangkan di level Rp136 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp4,29 triliun dari total saham beredar sekitar 4 miliar lembar.

Baca Juga:  Kepemilikan Saham Sawit CSR Tidak Berubah hingga Maret 2026

Kinerja Keuangan 2025

Sepanjang semester pertama 2025, BWPT membukukan pendapatan Rp2,77 triliun atau tumbuh 38% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp2,01 triliun. Laba bersih juga meningkat dari Rp119,70 miliar menjadi Rp171,88 miliar. Selain itu, EBITDA tercatat naik 30% menjadi Rp870 miliar.

Sumber: IDX Channel