9 Maret 2026
Share:

Bisnissawit.com – Kinerja keuangan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut berhasil mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 34,03% dibandingkan perolehan laba pada 2024 yang sebesar Rp825,58 miliar.

Sejalan dengan peningkatan laba bersih, laba per saham dasar maupun dilusian juga mengalami kenaikan. Pada 2025, laba per saham tercatat sebesar Rp85,48, naik dari Rp63,77 per saham pada tahun sebelumnya.

Dari sisi pendapatan, TLDN membukukan penerimaan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp5,42 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 28,72% secara tahunan dibandingkan pendapatan 2024 yang mencapai Rp4,21 triliun.

Sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari transaksi dengan pihak ketiga. Kontribusi terbesar datang dari segmen minyak kelapa sawit sebesar Rp4,7 triliun. Selain itu, pendapatan juga diperoleh dari inti kelapa sawit senilai Rp358,99 miliar, minyak inti kelapa sawit Rp296,64 miliar, serta segmen lain-lain sebesar Rp10,82 miliar.

Selain dari pihak ketiga, perusahaan juga memperoleh pendapatan dari transaksi dengan pihak berelasi. Pendapatan dari minyak kelapa sawit tercatat Rp46,86 miliar, inti kelapa sawit Rp497,81 juta, serta lain-lain sebesar Rp698,51 juta.

Seiring meningkatnya pendapatan, beban pokok penjualan juga ikut mengalami kenaikan. Pada 2025, beban pokok penjualan tercatat Rp3,55 triliun, meningkat dibandingkan Rp2,75 triliun pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, kinerja laba perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan. Laba bruto TLDN tercatat Rp1,86 triliun, naik dari Rp1,45 triliun pada 2024. Sementara itu, laba usaha juga meningkat menjadi Rp1,25 triliun dibandingkan Rp1,11 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp6,01 triliun, meningkat dari Rp5,66 triliun pada akhir 2024.

Baca Juga:  IPB: Menyehatkan Tanaman dan Ekosistem sebagai Solusi Mengatasi Ganoderma

Sementara itu, total liabilitas perusahaan menurun menjadi Rp2,37 triliun dari sebelumnya Rp2,51 triliun. Adapun total ekuitas meningkat menjadi Rp3,64 triliun dibandingkan Rp3,14 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Sumber: Warta Ekonomi