7 Juli 2025
Share:

Bisnissawit.com — Rendemen menjadi salah satu indikator paling krusial dalam keberhasilan operasional pabrik kelapa sawit (PKS). Namun, topik ini kerap menjadi sumber konflik antara pihak kebun dan pengelola pabrik.

Ketika rendemen turun, pabrik biasanya menyalahkan kualitas tandan buah segar (TBS) dari kebun, sementara pihak kebun mengklaim bahwa TBS yang dikirim sudah baik, dan menyalahkan pabrik karena dianggap tidak efisien dalam proses pengolahan. Sebenarnya, rendemen terbentuk sejak dari kebun. Pabrik memang tidak bisa menaikkan rendemen, tetapi jika tidak dikelola dengan tepat, justru bisa menurunkannya akibat tingginya angka losses.

Oleh karena itu, menjaga rendemen TBS menjadi sangat penting dengan fokus utama pada upaya menekan losses selama proses di pabrik. Inilah salah satu isu utama yang dibahas dalam forum 3rd TPOMI 2025 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) dengan dukungan dari Media Perkebunan. Acara ini berlangsung mulai 8 hingga 10 Juli 2025, dan mengangkat berbagai materi yang relevan terkait efisiensi dan teknologi pengolahan sawit.

Selama forum berlangsung, para narasumber membahas bagaimana pengelolaan industri kelapa sawit bisa beradaptasi dengan tantangan global, termasuk bagaimana pabrik kelapa sawit dapat meningkatkan efisiensi operasional melalui pendekatan digital, penerapan teknologi biopolimer untuk mengurangi kehilangan minyak, serta integrasi sistem otomasi berbasis Internet of Things dan kecerdasan buatan.

Salah satu topik menarik yang juga mengemuka adalah pentingnya menjaga kerugian kernel tetap di bawah ambang batas tertentu, mengingat nilai ekonomisnya yang tinggi.

Di antara berbagai strategi yang dibahas, konsep Total Productive Maintenance (TPM) menjadi sorotan penting. TPM adalah pendekatan manajemen pemeliharaan yang berasal dari Jepang dan sudah mulai diterapkan secara serius di industri PKS Indonesia dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga:  3rd TPOMI 2025: Kemenperin Gaspol Dukung Hilirisasi Sawit Lokal!

Jika dijalankan dengan konsisten, TPM memungkinkan pengelolaan pabrik menjadi lebih efisien, mudah dikendalikan, serta mampu menekan angka losses sehingga rendemen dapat dipertahankan dalam kondisi optimal.

Melalui forum ini, para praktisi industri diharapkan semakin memahami pentingnya efisiensi di seluruh lini operasional PKS sebagai kunci mempertahankan daya saing dan keberlanjutan industri sawit nasional di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang. (*)