Bisnissawit.com — Harga crude palm kernel oil (CPKO) atau minyak inti sawit mentah mengalami lonjakan signifikan dalam proses tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Rabu, 30 Juli 2025. Berdasarkan hasil tender tersebut, harga CPKO tercatat menembus angka Rp 28.000 per kilogram.
Kabar ini menjadi angin segar bagi pelaku industri, mengingat tender CPKO oleh KPBN tergolong jarang dilakukan, karena selama ini lebih banyak didominasi oleh tender crude palm oil (CPO).
Kenaikan harga ini semakin mencolok karena hanya sehari sebelumnya, Selasa (29/7/2025), proses tender untuk CPKO justru berakhir tanpa kesepakatan (withdraw/WD) di kisaran Rp 28.000 per Kg, dengan penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp 27.380 per Kg.
Sebagai pembanding, sekitar sepuluh hari sebelumnya, harga CPKO masih berada di level Rp 24.500-an per Kg. Artinya, dalam waktu kurang dari dua minggu, harga CPKO melonjak lebih dari Rp 3.500 per Kg.
Berikut adalah data hasil tender CPKO di lokasi Dumai untuk periode 30 Juli 2025:
- Dumai: Rp 28.129 per Kg – IBP
(Sebagai perbandingan, sehari sebelumnya harga berada di Rp 28.060 – WD, dengan penawaran tertinggi Rp 27.385 – IBP. Artinya, terdapat kenaikan sebesar Rp 744 dari harga WD dan Rp 675 dari harga penawaran tertinggi.)
Untuk catatan historis, pada periode 16 Juli 2025 lalu, harga CPKO di Dumai adalah:
- Dumai: Rp 24.542 per Kg – IBP
(Sehari sebelumnya: Rp 25.677 – WD; penawaran tertinggi: Rp 23.925 – IBP. Terjadi penurunan Rp 1.135 dari harga WD, namun terdapat kenaikan Rp 617 dibanding penawaran tertinggi.)
Dengan tren ini, pelaku usaha dan analis pasar komoditas sawit kini mulai mencermati potensi pergerakan harga CPKO ke depan, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap industri hilir.