Bisnissawit.com — Harapan akan pemulihan harga minyak sawit mentah (CPO) sempat muncul pada Jumat (9/5/2025), saat proses tender yang digelar oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menunjukkan tren perbaikan harga dibanding hari-hari sebelumnya yang sempat anjlok drastis, bahkan hingga lebih dari Rp180/kg.
Namun, meski menunjukkan sinyal membaik, seluruh proses tender di berbagai pelabuhan justru ditutup dengan status withdraw (WD). Artinya, belum ada transaksi yang berhasil dikunci.
Bahkan, Pelabuhan Belawan di Medan yang biasanya ikut ambil bagian, kali ini absen. Sebagai gantinya, stok CPO milik PT Sarana Agro Nusantara (SAN) Unit Pelabuhan Belawan masuk ke tender, namun hasilnya pun nihil alias WD.
Sementara itu, beberapa pelabuhan lain seperti Teluk Bayur (Padang), Talang Duku (Jambi), Sei Tapung (Riau), hingga Kalimantan Selatan mencatat kenaikan harga penawaran dibanding tender sebelumnya, baik dari sisi nilai WD maupun penawaran tertinggi. Meski begitu, belum cukup kuat untuk menembus angka transaksi.
Kondisi ini menjadi sorotan mengingat harga CPO sangat berpengaruh terhadap nilai beli tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Jika tren kenaikan berlanjut, diharapkan bisa memperbaiki harga beli TBS yang sebelumnya terus tertekan di level pengepul, toke, loading RAM, hingga pabrik kelapa sawit (PKS).
Berikut hasil lengkap tender CPO KPBN pada 9 Mei 2025 (harga/kg, belum termasuk PPN):
- Belawan: Tidak ada transaksi (sebelumnya Rp13.100)
- SAN Belawan: WD di Rp13.150 | Penawaran tertinggi: Rp12.935 (naik Rp50 dari WD sebelumnya, turun Rp165 dari penawaran tertinggi)
- Dumai: WD di Rp13.150 | Penawaran tertinggi: Rp12.910 (naik Rp50, turun Rp190)
- Sei Tapung (Loco): WD di Rp12.911 | Penawaran tertinggi: Rp12.605 (naik Rp50 dan Rp55)
- Teluk Bayur: WD di Rp13.020 | Penawaran tertinggi: Rp12.760 (naik Rp50 dan Rp72)
- Talang Duku (FOB): WD di Rp12.950 | Penawaran tertinggi: Rp12.715 (naik Rp50 dan Rp40)
- Kalsel (FOB): WD di Rp12.750 | Penawaran tertinggi: Rp11.855 (naik Rp50 dan Rp55)