20 Agustus 2025
Share:

Bisnissawit.com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali terkoreksi setelah sempat melaju cukup tinggi. Aksi ambil untung (profit taking) dari investor menjadi faktor utama pelemahan ini.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (20/8/25) pada perdagangan Selasa (19/8) kemarin, kontrak CPO pengiriman November di Bursa Malaysia ditutup di level MYR 4.520 per ton atau turun 0,88% dibanding hari sebelumnya. Padahal, di awal pekan harga CPO sempat menyentuh titik tertinggi sejak 14 Maret, yang berarti level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Sepanjang satu bulan terakhir, harga CPO sudah melonjak hampir 7%.

Dengan kenaikan sebesar itu, wajar bila sebagian investor tergoda mencairkan keuntungan. Apalagi tren harga minyak nabati global juga mempengaruhi pergerakan CPO. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade terkoreksi 0,83%, sementara minyak rapeseed melemah 0,42%. Penurunan harga komoditas substitusi tersebut membuat daya tarik CPO ikut tergerus.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, CPO masih berada di jalur bullish dalam kerangka waktu harian. Relative Strength Index (RSI) berada di level 73, menandakan tren positif. Namun posisi ini juga memberi sinyal jenuh beli (overbought) karena melewati angka 70. Kondisi makin terkonfirmasi dengan indikator Stochastic RSI yang sudah menyentuh 100, menandakan potensi tekanan jual semakin kuat.

Untuk perdagangan jangka pendek, ada risiko harga CPO kembali melemah. Support terdekat berada di MYR 4.456 per ton, yang bertepatan dengan garis Moving Average (MA) 5. Jika level ini ditembus, target koreksi berikutnya bisa menuju MA-10 di kisaran MYR 4.358 per ton.

Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistensi di MYR 4.539 per ton, peluang penguatan terbuka menuju area MYR 4.546–4.614 per ton. (*)

Baca Juga:  Stok CPO dan PKO Aman, Ekspor Menurun