16 Juni 2025
Share:

Bisnissawit.com – Situasi geopolitik global seperti konflik Israel-Iran dan perang Rusia-Ukraina kembali mengguncang perekonomian dunia, termasuk pasar minyak nabati seperti crude palm oil (CPO). Dampaknya terasa hingga pasar domestik Indonesia, di mana harga CPO mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut laporan dari PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO hasil tender periode Senin (16/6/2025) melonjak hingga Rp 240 per kilogram—melampaui kenaikan sebelumnya pada Jumat (13/6) yang tercatat Rp 135 per kg dan sudah menembus level Rp 13.350 per kg.

Kenaikan tertinggi terpantau di Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara) dan Dumai (Riau), yang kini mencatat harga Rp 13.600 per kg.

Sementara itu, tender di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin (Kalimantan Selatan) mengalami penarikan (withdraw/WD) meski mencatat penawaran tertinggi yang meningkat sebesar Rp 271 per kg dari sebelumnya.

Tak hanya di dalam negeri, pasar global juga menunjukkan tren serupa. Data dari tradingeconomics.com per Senin sore (16.30 WIB) menunjukkan harga CPO global naik 4,41 persen atau RM 173 per ton (setara RM 4.100 per ton).

Dengan tren ini, para petani sawit diperkirakan bakal mendapat angin segar karena kemungkinan kenaikan harga TBS (tandan buah segar) di pabrik kelapa sawit (PKS) makin terbuka lebar.

Rincian Harga Tender CPO KPBN 16 Juni 2025 (belum termasuk PPN):

  • Belawan: Rp 13.600 – MM (naik Rp 240 dari sebelumnya Rp 13.360)
  • Dumai: Rp 13.600 – IBP (naik Rp 240 dari sebelumnya Rp 13.360)
  • Teluk Bayur, Talang Duku, Parindu (Loco): Belum ada update
  • Trisakti (Banjarmasin, FOB): Rp 13.200 – WD
    Penawaran tertinggi: Rp 12.500 – WNI (naik Rp 240 dari harga WD sebelumnya Rp 12.960 dan naik Rp 271 dari harga penawaran tertinggi Rp 12.229)
Baca Juga:  BPDPKS Revisi Road Map, Fokus Kelapa Sawit Berkelanjutan