Bisnissawit.com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) akhirnya kembali menguat setelah mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (26/11/2025), kontrak pengiriman Februari 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup di level MYR 4.022 per ton, atau naik sekitar 0,8% dibanding penutupan sebelumnya.
Kenaikan ini dianggap sebagai pantulan teknikal setelah harga CPO tertekan cukup dalam. Dalam empat hari penurunan beruntun, harga tercatat merosot hingga 5,58% secara point-to-point. Bahkan dalam satu bulan terakhir, penurunan harga mencapai lebih dari 8%, membuat komoditas ini berada pada level yang dinilai cukup murah.
Dari sisi analisis teknikal, pergerakan harian menunjukkan CPO masih berada dalam tren bearish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 30, mengindikasikan tekanan jual yang dominan. Kondisi jenuh jual semakin diperkuat oleh Stochastic RSI yang hanya berada pada angka 7, jauh di bawah batas 20.
Dengan kondisi tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Harga yang berhasil melewati pivot point MYR 4.020 per ton membuka potensi pengujian resistensi di MYR 4.085 per ton (Moving Average/MA 5), kemudian di MYR 4.115 per ton (MA 10). Target kenaikan paling optimistis berada di sekitar MYR 4.173 per ton.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, harga berisiko turun menuju area support MYR 3.978–3.974 per ton, bahkan berlanjut ke kisaran MYR 3.944–3.921 per ton. Target penurunan terdalam diperkirakan berada di sekitar MYR 3.807 per ton.
Sumber: Bloomberg Technoz