Bisnissawit.com – Harga crude palm oil (CPO) hasil tender yang diselenggarakan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Senin (28/7/2025), mencatatkan angka nyaris menyentuh Rp 14.500 per kilogram. Meski sebelumnya, pada Jumat (25/7/2025), seluruh proses tender berakhir tanpa transaksi (withdraw/WD), kini mayoritas pelabuhan berhasil mencatatkan kesepakatan harga, kecuali Pelabuhan Pelaihari.
DIlansir dari Mediaperkebunan.id, diketahui Pelabuhan Pelaihari berada di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, tepatnya di Jalan Trans 300, Kelurahan Swarangan, Kecamatan Jorong.
Data tender KPBN menunjukkan bahwa dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara) dan Dumai (Riau), yang sebelumnya tidak menghasilkan transaksi, kini berhasil mencatatkan penjualan. Di Pelabuhan Belawan, CPO dilepas dengan harga Rp 14.494 per kilogram oleh Unilever, sementara di Dumai, harga yang disepakati juga berada di angka yang sama, yakni Rp 14.494 per kilogram oleh IBP.
Sementara itu, kondisi pasar global turut memengaruhi dinamika harga. Penurunan harga minyak kedelai dan kedelai mentah di Bursa Dalian, Tiongkok, serta Bursa Chicago, Amerika Serikat, ikut menekan harga CPO internasional. Namun demikian, permintaan tinggi dari India, salah satu negara pengimpor utama CPO dunia, tetap menjadi faktor pendukung kuat yang menjaga stabilitas harga.
India mencatat lonjakan impor CPO tertinggi dalam 11 bulan terakhir pada Juni 2025. Lonjakan ini terjadi karena rendahnya pasokan dalam negeri serta harga CPO yang lebih kompetitif dibanding minyak kedelai dan bunga matahari. Permintaan diperkirakan akan terus meningkat menjelang perayaan Diwali pada pertengahan Oktober mendatang.
Berikut hasil lengkap tender harga CPO periode 28 Juli 2025 (belum termasuk PPN):
- Belawan: Rp 14.494 – Unilever (sebelumnya tidak ada transaksi)
- SAN Belawan: Tidak ada info terbaru (sebelumnya Rp 14.525 – WD, harga penawaran tertinggi Rp 14.450 – EOP)
- Dumai: Rp 14.494 – IBP (sebelumnya Rp 14.525 – WD, harga penawaran tertinggi Rp 14.450 – EUP; turun Rp 31 dari harga WD, naik Rp 44 dari penawaran tertinggi)
- Kembayan (Loco): Rp 14.044 – EUP (sebelumnya Rp 14.075 – WD, harga penawaran tertinggi Rp 13.770 – MNA; turun Rp 31 dari harga WD, naik Rp 274 dari penawaran tertinggi)
- Pelaihari (Loco): Rp 13.940 – WD, harga penawaran tertinggi Rp 13.289 – WNI (sebelumnya Rp 13.971 – WD, harga penawaran tertinggi Rp 13.300 – WNI; turun Rp 31 dari harga WD dan turun Rp 11 dari penawaran tertinggi)
Meskipun tren global menunjukkan penurunan, namun prospek permintaan dari pasar-pasar utama seperti India memberi harapan bahwa harga CPO masih memiliki peluang untuk tetap stabil di level tinggi dalam waktu dekat.