16 Februari 2026
Share:

Bisnissawit.com – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) mengalami penurunan tajam pada akhir pekan lalu dan mencatatkan tren pelemahan sepanjang sepekan terakhir.

Pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, harga CPO kontrak pengiriman tiga bulan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup di level MYR 4.001 per ton. Angka ini turun 1,11 persen dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi posisi terendah sejak 15 Januari 2026, atau hampir dalam satu bulan terakhir.

Penurunan ini juga menandai empat hari berturut-turut harga CPO berada di zona negatif, dengan total koreksi mencapai 3,87 persen selama periode tersebut. Jika dilihat secara mingguan, harga komoditas ini juga terkoreksi sebesar 3,66 persen.

Salah satu faktor utama yang menekan harga adalah kekhawatiran melemahnya permintaan. Sejumlah perusahaan kargo melaporkan ekspor produk sawit Malaysia pada periode 1 hingga 10 Februari turun antara 10,5 persen hingga 14,3 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Selain itu, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia turut memberi tekanan tambahan. Sepanjang pekan lalu, mata uang Malaysia tersebut menguat 1,01 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Karena CPO diperdagangkan dalam ringgit, penguatan mata uang tersebut membuat harga CPO menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi mengurangi minat beli.

Prospek Pergerakan Pekan Ini

Secara teknikal, pergerakan harga CPO masih berada dalam tren bearish pada kerangka waktu mingguan. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di level 41, di bawah ambang 50 yang menandakan tekanan jual masih dominan.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 2, jauh di bawah level 20. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga sudah memasuki fase jenuh jual (oversold), yang membuka peluang terjadinya rebound atau kenaikan harga dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Harga CPO Terus Tertekan, Tender PT KPBN 3 Maret Mengalami Penurunan

Untuk pekan ini, harga CPO diperkirakan berpotensi mengalami kenaikan dengan target resistance terdekat di kisaran MYR 4.143 hingga MYR 4.163 per ton. Jika berhasil menembus level tersebut, harga berpeluang melanjutkan penguatan menuju MYR 4.209 hingga MYR 4.363 per ton. Dalam skenario paling optimistis, harga bahkan bisa mencapai MYR 4.925 per ton.

Namun, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun, maka level MYR 3.948 per ton diperkirakan menjadi area support terdekat. Jika level ini tidak mampu bertahan, harga berisiko melemah lebih dalam ke kisaran MYR 3.807 per ton, bahkan hingga level terendah di MYR 3.433 per ton dalam skenario paling pesimistis.

Sumber: Bloomberg Technoz