2 April 2026
Share:

Bisnissawit.com – Lonjakan harga crude palm oil atau CPO akibat konflik global justru belum tentu jadi kabar baik bagi petani sawit. Sekretaris Jenderal (Sekjen) POPSI Hendra J. Purba menilai kenaikan harga global bisa berdampak sebaliknya terhadap harga tandan buah segar atau TBS di tingkat petani.

“Harga CPO yang naik terlalu tinggi bisa membuat negara pembeli seperti India menahan impor. Kalau ekspor melambat, stok dalam negeri menumpuk dan ujung-ujungnya harga TBS petani bisa ikut turun,” ujar Hendra, Kamis (2/4).

Ia juga menyoroti konflik di Timur Tengah yang membuat biaya logistik dan pengiriman semakin mahal. Menurutnya, jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz yang terganggu bisa memicu kenaikan ongkos angkut dan asuransi.

“Di sisi lain, biaya pupuk juga terus naik. Jadi meskipun harga global naik, petani belum tentu ikut menikmati keuntungan karena biaya produksi mereka ikut terdorong,” kata Hendra.

Menurut Hendra, situasi ini perlu menjadi perhatian pemerintah agar ada kebijakan yang lebih seimbang bagi petani sawit.

“Jangan sampai harga sawit dunia naik, tapi kesejahteraan petani di tingkat bawah justru tidak ikut terangkat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Martias Fangiono Siap Buyback Saham Sawit SUDI, Menuju Perusahaan Tertutup