23 September 2025
Share:

Bisnissawit.com – Kabar gembira datang bagi petani kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau. Dinas Perkebunan (Disbun) Riau resmi mengumumkan penetapan harga tandan buah segar (TBS) untuk periode 24–30 September 2025, yang hasilnya membuat para petani tersenyum lebar.

Dalam rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Bermitra, disepakati bahwa harga TBS mitra swadaya mengalami kenaikan, berbanding terbalik dengan harga TBS mitra plasma yang justru turun tipis pada periode yang sama.

Dilansir dari Mediaperkebunan.id, Selasa (23/9/2025), menunjukkan harga TBS dari usia tanam 9 tahun (kategori premium) mengalami kenaikan Rp 16,61 per kilogram (Kg), sehingga kini mencapai Rp 3.647,53 per Kg. Hampir seluruh kategori usia tanam lainnya juga ikut menguat pada kisaran Rp 3.000-an per Kg, kecuali TBS usia 3 tahun yang masih di level Rp 2.820-an per Kg.

Kenaikan ini dipicu oleh menguatnya harga penjualan crude palm oil (CPO) sebesar Rp 4,41 per Kg, serta palm kernel (PK) yang naik cukup signifikan sebesar Rp 317,88 per Kg. Dengan demikian, harga CPO kini berada di level Rp 14.634,83 per Kg dari sebelumnya Rp 14.630,42 per Kg, sedangkan PK naik menjadi Rp 13.976,11 per Kg dari Rp 13.658,23 per Kg.

Berikut daftar harga TBS mitra swadaya Provinsi Riau periode 24–30 September 2025 berdasarkan usia tanam:

  • Usia 3 tahun: Rp 2.826,34
  • Usia 4 tahun: Rp 3.150,85
  • Usia 5 tahun: Rp 3.380,00
  • Usia 6 tahun: Rp 3.509,81
  • Usia 7 tahun: Rp 3.589,10
  • Usia 8 tahun: Rp 3.632,39
  • Usia 9 tahun: Rp 3.647,53 (naik Rp 16,61)
  • Usia 10–20 tahun: Rp 3.610,36
  • Usia 21 tahun: Rp 3.550,34
  • Usia 22 tahun: Rp 3.481,00
  • Usia 23 tahun: Rp 3.402,15
  • Usia 24 tahun: Rp 3.342,37
  • Usia 25 tahun: Rp 3.293,40
Baca Juga:  Risiko Banjir dan Perkebunan Sawit Dibedah Lewat FGD Media Perkebunan

Catatan penetapan harga juga mencatat komoditas lain tetap stabil, yakni cangkang di Rp 23,06, Indeks K di 92,83 persen, serta BOTL sebesar 0,51 persen.

Dengan tren positif ini, petani mitra swadaya Riau optimis harga yang lebih baik akan membantu meningkatkan kesejahteraan di tengah fluktuasi pasar sawit global. (*)