Bisnissawit.com — Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan di Provinsi Riau untuk periode Rabu–Selasa, 13–19 Mei 2026 menunjukkan tren berbeda antara pola plasma dan swadaya. Harga TBS kemitraan plasma mengalami kenaikan, sementara harga TBS kemitraan swadaya justru terkoreksi.
Untuk penetapan harga TBS kemitraan plasma, harga tertinggi berada pada kelompok umur tanaman 9 tahun sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik Rp25,52 per kilogram dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, harga TBS umur 10–20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.880,44 per kilogram.
Selain itu, harga TBS plasma umur 3 tahun sebesar Rp3.014,39 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.409,75 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.611,47 per kilogram, dan umur 6 tahun Rp3.767,61 per kilogram. Sedangkan untuk umur 30 tahun ditetapkan sebesar Rp3.393,44 per kilogram.
Pada periode ini, indeks K untuk pola plasma tercatat sebesar 92,08 persen dengan besaran BOTL 1,41 persen. Harga crude palm oil (CPO) ditetapkan Rp15.454,71 per kilogram, harga kernel Rp15.096,01 per kilogram, dan harga cangkang Rp17,90 per kilogram.
Sementara itu, harga TBS kemitraan swadaya di Riau mengalami penurunan. Harga TBS tertinggi untuk umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.832,65 per kilogram atau turun Rp47,73 per kilogram dibanding periode sebelumnya. Untuk umur tanaman 10–20 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp3.794,46 per kilogram.
Harga TBS swadaya umur 3 tahun tercatat Rp2.972,21 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.311,85 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.551,00 per kilogram, dan umur 6 tahun Rp3.686,86 per kilogram. Adapun harga untuk umur 30 tahun sebesar Rp3.234,12 per kilogram.
Dalam penetapan harga TBS swadaya periode ini, indeks K tercatat sebesar 92,22 persen dengan BOTL 0,62 persen. Harga CPO berada di level Rp15.343,63 per kilogram, harga kernel Rp15.359,00 per kilogram, dan harga cangkang Rp22,66 per kilogram.
Perbedaan arah pergerakan harga antara pola plasma dan swadaya dipengaruhi oleh perbedaan komponen pembentuk harga, termasuk nilai indeks K, BOTL, serta realisasi harga produk turunan sawit seperti CPO dan kernel.