Bisnissawit.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma di Provinsi Riau periode 25 Februari hingga 3 Maret 2026 mengalami penurunan. Untuk kelompok umur tanaman produktif, harga tertinggi tercatat pada usia 9 tahun sebesar Rp 3.558,34 per kilogram, turun Rp 119,18 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan hasil penetapan harga, nilai TBS sawit bervariasi sesuai umur tanaman. Untuk usia muda, harga TBS umur 3 tahun ditetapkan Rp 2.747,08 per kilogram, umur 4 tahun Rp 3.110,01 per kilogram, dan umur 5 tahun Rp 3.294,82 per kilogram.
Sementara itu, harga terus meningkat seiring bertambahnya usia tanaman hingga mencapai puncak pada usia 9 tahun sebesar Rp 3.558,34 per kilogram. Adapun kelompok usia produktif utama, yakni 10 hingga 20 tahun, ditetapkan sebesar Rp 3.539,78 per kilogram.
Memasuki usia tua, harga TBS mulai mengalami penurunan. Tanaman umur 21 tahun dihargai Rp 3.484,85 per kilogram dan terus menurun hingga usia 30 tahun yang berada di angka Rp 3.091,74 per kilogram.
Dalam penetapan periode ini, indeks K ditetapkan sebesar 92,98 persen dengan beberapa komponen pendukung, antara lain harga crude palm oil (CPO) sebesar Rp 14.066,44 per kilogram, harga kernel Rp 13.180,00 per kilogram, dan harga cangkang Rp 16,51 per kilogram. Selain itu, besaran biaya operasional tidak langsung atau BOTL tercatat sebesar 1,27.
Penurunan harga TBS pada periode ini menjadi perhatian petani plasma, mengingat kelompok umur 9 tahun yang selama ini menjadi acuan produktivitas utama justru mengalami koreksi harga. Meski demikian, secara umum harga TBS di Riau masih berada pada level relatif tinggi di atas Rp 3.000 per kilogram untuk sebagian besar kelompok umur tanaman produktif.
Penetapan harga ini menjadi acuan bagi petani kelapa sawit kemitraan plasma dalam menjual hasil panennya, sekaligus mencerminkan dinamika harga komoditas sawit di tingkat daerah.