Bisnissawit.com — Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Kemitraan Plasma menetapkan harga baru untuk periode 5–11 November 2025. Berdasarkan hasil rapat ke-40, harga TBS sawit plasma mengalami penurunan pada sebagian besar kategori umur tanaman, termasuk untuk umur 9 tahun yang turun sebesar Rp99,76 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Harga TBS sawit plasma Riau yang berlaku untuk pekan ini ditetapkan sebagai berikut:
- Umur 3 tahun: Rp2.740,08/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.105,40/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.290,95/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.434,16/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.508,20/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.549,63/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.553,84/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.534,92/kg
- Umur 21 tahun: Rp3.479,55/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.426,50/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.369,81/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.307,69/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.237,81/kg
Selain harga TBS, tim juga menetapkan beberapa faktor penentu lainnya, yaitu Indeks K sebesar 93,09 persen, BOTL 1,30, serta harga turunan komoditas sawit: CPO Rp14.163,39/kg, kernel Rp12.529,45/kg, dan cangkang Rp18,30/kg.
Penurunan harga kali ini disinyalir dipengaruhi oleh dinamika harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional yang masih fluktuatif, serta penyesuaian di tingkat pabrik kelapa sawit. Meski demikian, harga sawit plasma Riau masih relatif stabil jika dibandingkan dengan beberapa provinsi penghasil sawit lainnya.
Pemerintah Provinsi Riau mengimbau perusahaan mitra dan koperasi plasma untuk mengikuti harga resmi yang telah ditetapkan agar keseimbangan ekonomi antara petani dan perusahaan tetap terjaga. Penetapan harga ini diharapkan bisa memberikan kepastian bagi petani plasma dalam merencanakan kegiatan panen dan penjualan hasil kebun.