22 Oktober 2025
Share:

Bisnissawit.com – Pemerintah Provinsi Riau melalui mekanisme penetapan harga resmi mengumumkan daftar harga pembelian TBS kelapa sawit untuk kemitraan swadaya (mitra petani) periode 22 hingga 28 Oktober 2025. Dalam penetapan ini, sejumlah kelompok umur tanaman mengalami penurunan harga dibanding periode sebelumnya, salah satunya pada tanaman berumur 9 tahun.

Berikut rincian harga TBS berdasarkan umur tanaman:

  • Umur 3 tahun: Rp 2.811,35/kg
  • Umur 4 tahun: Rp 3.133,96/kg
  • Umur 5 tahun: Rp 3.361,85/kg
  • Umur 6 tahun: Rp 3.490,90/kg
  • Umur 7 tahun: Rp 3.569,67/kg
  • Umur 8 tahun: Rp 3.612,71/kg
  • Umur 9 tahun: Rp 3.627,64/kg
  • Umur 10–20 tahun: Rp 3.590,61/kg
  • Umur 21 tahun: Rp 3.530,89/kg
  • Umur 22 tahun: Rp 3.461,90/kg
  • Umur 23 tahun: Rp 3.383,46/kg
  • Umur 24 tahun: Rp 3.324,00/kg
  • Umur 25 tahun: Rp 3.275,29/kg

Menurut data, indeks K ditetapkan sebesar 92,62 % dan BOTL (Biaya Operasional Tidak Langsung) sebesar 0,31. Harga acuan komoditas turun-naik juga disebutkan: CPO ditetapkan sebesar Rp 14.589,49/kg, kernel Rp 13.858,00/kg, serta nilai cangkang Rp 26,10/kg.
Diketahui bahwa untuk tanaman umur 9 tahun, terjadi penurunan harga sebesar Rp 70,86/kg dibanding periode sebelumnya.

Analisis dan Implikasi
Penetapan indeks K sebesar 92,62 % menunjukkan bahwa faktor kualitas dan bobot buah serta efisiensi pengolahan masih menjadi bagian penting dalam harga TBS di Riau. Sementara angka BOTL yang hanya 0,31 bisa menunjukkan bahwa beban biaya operasional tidak langsung dianggap relatif kecil dalam formula harga saat in

Meski sebagian besar kelompok umur memperoleh harga yang cukup tinggi, penurunan bagi tanaman umur 9 tahun adalah indikator bahwa pasar atau kondisi produksi mungkin mulai memberikan sinyal perlambatan atau koreksi bagi kelompok umur tersebut. Dari data sebelumnya, periode sebelum ini misalnya menunjukkan kenaikan tipis untuk TBS umur 9 tahun.

Baca Juga:  Saham Sawit ANJT Disentil BEI, Kredit Rp4,84 T Picu Perhatian Investor

Penurunan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti: turunnya harga CPO dan kernel, kondisi produksi yang menurun, atau perubahan efisiensi panen dan mutu TBS. Misalnya, harga CPO saat ini tercatat Rp 14.589,49/kg dan kernel Rp 13.858,00/kg, dibandingkan data sebelumnya yang sedikit lebih tinggi.

Bagi petani mitra swadaya, dinamika ini menjadi perhatian penting. Meski harga masih relatif stabil dan cukup tinggi untuk kelompok umur 6-8 tahun, kelompok umur yang lebih tua (10 tahun ke atas) mulai menunjukkan tren penurunan secara bertahap: dari umur 10–20 tahun dijual Rp 3.590,61/kg lalu terus menurun hingga umur 25 tahun dijual Rp 3.275,29/kg. Hal ini mencerminkan prespektif bahwa produktivitas tanaman seiring umur mulai menurun dan harga menyesuaikan.

Penetapan harga TBS mitra swadaya di Provinsi Riau untuk periode 22-28 Oktober 2025 menunjukkan bahwa pasar masih cukup mendukung petani sawit untuk kelompok umur produktif (4-8 tahun). Namun, mulai muncul koreksi harga pada tanaman umur menengah/lebih tua, terutama pada umur 9 tahun yang tercatat turun Rp 70,86/kg. Petani dan pihak terkait dianjurkan untuk meningkatkan mutu panen dan efisiensi operasional agar tetap dapat mengoptimalkan pendapatan di tengah fluktuasi harga komoditas hilir seperti CPO dan kernel.