Bisnissawit.com — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau mengalami penurunan pada periode 25 Februari hingga 3 Maret 2026. Berdasarkan hasil penetapan terbaru, harga TBS untuk kelompok umur tanaman 9 tahun tercatat sebesar Rp3.497,26 per kilogram, atau turun Rp144,82 per kilogram dibanding periode sebelumnya.
Penurunan ini menjadi perhatian karena umur 9 tahun merupakan salah satu kategori produktif yang menjadi acuan banyak petani sawit swadaya.
Secara rinci, harga TBS sawit berdasarkan umur tanaman ditetapkan sebagai berikut: umur 3 tahun Rp2.711,20 per kg; umur 4 tahun Rp3.021,67 per kg; umur 5 tahun Rp3.240,61 per kg; umur 6 tahun Rp3.364,80 per kg; umur 7 tahun Rp3.440,88 per kg; dan umur 8 tahun Rp3.482,28 per kg.
Sementara itu, harga tertinggi masih berada pada kisaran tanaman produktif, yakni umur 9 tahun sebesar Rp3.497,26 per kg. Untuk kelompok umur 10 hingga 20 tahun ditetapkan Rp3.462,01 per kg.
Selanjutnya, harga TBS untuk tanaman yang lebih tua tercatat mengalami penurunan bertahap, yaitu umur 21 tahun Rp3.404,82 per kg; umur 22 tahun Rp3.338,66 per kg; umur 23 tahun Rp3.263,41 per kg; umur 24 tahun Rp3.206,35 per kg; umur 25 tahun Rp3.159,64 per kg; umur 26 tahun Rp3.142,78 per kg; umur 27 tahun Rp3.116,81 per kg; umur 28 tahun Rp3.067,51 per kg; umur 29 tahun Rp3.031,20 per kg; dan umur 30 tahun Rp2.948,20 per kg.
Dalam penetapan periode ini, indeks K ditetapkan sebesar 92,66 persen, dengan harga crude palm oil (CPO) sebesar Rp13.995,00 per kg, harga kernel Rp13.665,00 per kg, serta harga cangkang Rp22,60 per kg. Faktor-faktor tersebut menjadi komponen utama dalam perhitungan harga TBS yang diterima petani.
Penurunan harga ini berpotensi memengaruhi pendapatan petani sawit swadaya di Riau, terutama bagi mereka yang mengandalkan hasil panen sebagai sumber penghasilan utama. Meski demikian, harga TBS masih berada di atas level Rp3.000 per kilogram untuk sebagian besar kelompok umur tanaman produktif.