Bisnissawit.com – PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), anak usaha Holding Perkebunan Nusantara, kembali menggelar tender untuk produk turunan kelapa sawit pada Selasa, 24 Juni 2025. Selain komoditas utama berupa crude palm oil (CPO), pelelangan kali ini juga mencakup palm kernel (PK) dan palm kernel meal (PKM).
Meski pelelangan PK dan PKM jarang dilakukan secara rutin seperti CPO, tender yang digelar Selasa sore tersebut menarik perhatian. Sayangnya, hasil akhir justru memperlihatkan dominasi harga withdraw (WD) atau penarikan penawaran karena tidak mencapai harga yang diharapkan.
Dilansir dari Mediaperkebunan.id pada Rabu (25/6/25), seluruh penawaran terhadap PKM milik Holding PTPN yang tersedia di dua lokasi di Riau, yaitu Pelabuhan Dumai dan Tandun, berujung pada penarikan atau WD.
Untuk komoditas PK, hanya terdapat kesepakatan harga di tiga titik, yaitu dua lokasi di Sumatera Barat—Solok Selatan dan Ophir—serta satu lokasi di Sumatera Utara, yakni Pelabuhan Belawan, Medan. Di luar tiga titik tersebut, penawaran di berbagai tempat lainnya juga tidak menghasilkan transaksi alias WD. Lokasi-lokasi tersebut termasuk Bunut (Kabupaten Pelalawan, Riau), Tanjung Lebar (Kabupaten Muaro Jambi, Jambi), dan beberapa daerah lainnya.
Rincian hasil tender PKM (24 Juni 2025):
- Dumai: Harga penawaran Rp 1.289 – WD (penawaran tertinggi: Rp 1.285 – Gai)
- Tandun: Harga penawaran Rp 1.122 – WD (penawaran tertinggi: Rp 1.025 – Gai)
Rincian hasil tender PK (24 Juni 2025):
- Bunut (Loco): Rp 9.577 – WD (penawaran tertinggi: Rp 8.390 – UIP)
- Rimbo Duo (Loco): Rp 9.397 – WD (penawaran tertinggi: Rp 8.521)
- Tanjung Lebar (Loco): Rp 9.466 – WD (penawaran tertinggi: Rp 8.150 – UIP)
- Pengabuan (Loco): Rp 9.461 – WD (penawaran tertinggi: Rp 8.970 – UIP)
- Solok Selatan (Loco): Rp 9.401 – WIM
- Ophir (Loco): Rp 9.533 – SDJP
- Belawan (Franco): Rp 9.985 – MM
Secara keseluruhan, tren harga pada tender kali ini memperlihatkan lemahnya daya serap pasar terhadap PK dan PKM di beberapa wilayah, yang tercermin dari tingginya angka WD. Situasi ini menunjukkan dinamika pasar yang masih cukup fluktuatif untuk komoditas turunan sawit di paruh akhir Juni 2025.