9 Februari 2026
Share:

Bisnissawit.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama, Kamis (11/12), di zona merah. Indeks turun 0,31% atau terkoreksi 27,21 poin ke level 8.673. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pada sejumlah saham unggulan, khususnya dari sektor perkebunan dan perbankan.

Saham emiten sawit menjadi salah satu penekan utama indeks. Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) merosot 10,93% atau 170 poin ke level 1.385. Kemudian PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) terkoreksi 8,08% atau 120 poin ke posisi 1.365, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) melemah 7,97% atau 100 poin ke level 1.155.

Mengacu pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 40,43 miliar saham dengan frekuensi 2,07 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.966 triliun, sementara nilai transaksi siang hari ini mencapai Rp 519,74 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 229 saham menguat, 425 saham melemah, dan 145 saham stagnan.

Tekanan juga terlihat pada saham-saham bank berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,09% ke level 3.620. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,01% ke level 4.920, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 1,16% ke level 4.260. Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak stagnan di level 8.075.

Di tengah pelemahan indeks, saham sektor energi milik Grup Bakrie justru mencatatkan penguatan signifikan. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat 14,11% ke level 372. Disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 11,90% ke posisi 555, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang menguat 5,30% ke level 1.490.

Baca Juga:  Petani Sawit Harus Paham Regulasi EUDR Adalah Hambatan

Dari sisi nilai transaksi, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 5,63 triliun. Diikuti DEWA sebesar Rp 1,13 triliun dan saham berkode CDIA sebesar Rp 525,22 miliar.

Untuk daftar top gainer, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) memimpin dengan kenaikan 25% ke level 440, disusul BUMI yang naik 14,11% dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang menguat 13,98% ke level 212.

Sementara itu, top loser ditempati oleh PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang turun 14,71% ke level 1.160, diikuti DSNG dan LSIP yang juga mencatatkan penurunan signifikan.

Secara keseluruhan, perdagangan sesi pertama menunjukkan tekanan yang cukup merata pada sejumlah sektor, terutama perkebunan dan perbankan, meski sektor energi masih mampu mencatatkan penguatan tajam.

Sumber: msn.com