6 Mei 2026
Share:

Bisnissawit.com — Upaya memperkuat ketahanan dan produktivitas kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui pengayaan sumber daya genetik (SDG) dari Tanzania. Kegiatan bertajuk “Pelepasan Sumber Daya Genetik Asal Tanzania – Pengayaan Plasma Nutfah untuk Generasi Baru Kelapa Sawit Indonesia” digelar di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan Socfin Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi genetik kelapa sawit Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, industri, dan lembaga riset.

Program ini merupakan tindak lanjut dari riset inisiatif Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang fokus pada pengayaan sumber daya genetik sawit melalui eksplorasi internasional, khususnya dari Tanzania. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Pelepasan SDG asal Tanzania dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas keragaman plasma nutfah kelapa sawit Indonesia. Keragaman genetik dianggap sangat penting untuk menghasilkan varietas unggul yang lebih produktif, tahan terhadap perubahan iklim, serta mampu menghadapi berbagai tekanan lingkungan di masa depan.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengatakan sumber daya genetik merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas tanaman sawit sekaligus memperkuat ketahanan terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim.

“Dengan hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk lebih memperkaya keragaman genetik yang kita miliki. Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan sumber daya genetik, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia,” ujar Eddy.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelepasan resmi SDG kelapa sawit asal Tanzania, tetapi juga bertujuan memperkuat fondasi genetik tanaman, meningkatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta mendorong lahirnya varietas unggul generasi baru untuk menjawab tantangan industri sawit ke depan.

Baca Juga:  Pemprov Kalsel Gencarkan Tumpang Sari Padi Gogo di Lahan Sawit

“Kami memandang bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional merupakan hal yang sangat penting. Pendistribusian SDG ini bukan hanya sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di kancah global,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia yang diwakili Direktur Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan, Aprida Cristin, menegaskan bahwa pemasukan benih sumber daya genetik asal Tanzania merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing sawit nasional.

“Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk sumber daya genetik seperti benih kelapa sawit asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk memastikan tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem di Indonesia,” kata Aprida.

Ia menjelaskan, sebelum benih tersebut diizinkan masuk ke Indonesia oleh Menteri Pertanian, seluruh proses telah melalui tahapan analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara menyeluruh. Setelah itu, dilakukan berbagai tindakan karantina mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.

“Seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian yang menjadi landasan utama karantina guna mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina, sekaligus melindungi kesehatan komoditas hayati dan kelestarian sumber daya genetik nasional,” jelas Aprida.

Direktur Utama BPDP yang diwakili Direktorat Penyaluran Dana, Mohammad Alfansyah, menegaskan BPDP terus berkomitmen mendukung keberlanjutan industri sawit melalui pembiayaan berbagai riset strategis.

“BPDP memiliki komitmen dalam mendukung riset inisiatif strategis. Dukungan pendanaan merupakan bagian dari upaya penguatan industri sawit,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah kegiatan, General Manager Socfin Indonesia, Erikson Ginting, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari pelepasan sumber daya genetik asal Tanzania yang dinilai akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan industri sawit nasional.

Baca Juga:  Kenaikan Harga CPO Dorong HIP Biodiesel Agustus 2025 Naik Rp637 per Liter

“SDG ini akan memberikan manfaat yang nyata dan pendongkrak baru berdaya saing. Socfin selalu siap menjadi bagian dari penguatan industri sawit,” pungkas Erikson.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran GAPKI, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Badan Karantina Indonesia, Duta Besar Tanzania untuk Indonesia Macocha Moshe Tembele, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.

Melalui pelepasan SDG ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin global industri kelapa sawit berbasis inovasi, riset, dan keberlanjutan.