Bisnissawit.com – Indonesian Palm Oil Smallholder Conference and Expo (IPOSC) ke-5, forum akbar petani kelapa sawit lintas organisasi terbesar di Indonesia, akan kembali digelar di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 26–28 September 2025 di Hotel Q Qubu Resort, diselenggarakan oleh Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) dengan dukungan Media Perkebunan.
Sekretaris Jenderal POPSI, Hendra J. Purba, menyampaikan bahwa IPOSC menjadi wadah strategis bagi petani sawit dari berbagai provinsi, termasuk seluruh kabupaten di Kalimantan Barat, untuk berinteraksi langsung dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah, perusahaan perkebunan, hingga penyedia sarana dan prasarana kebun sawit. Tahun ini, konferensi mengusung tema “Sinergitas Stakeholder Mengatasi Stagnasi Produktivitas Sawit Rakyat – Kemitraan, PSR, ISPO, dan Inovasi Petani”.
Peran Penting Sawit Rakyat
Saat ini, perkebunan sawit rakyat mencakup sekitar 41% dari total luas areal sawit nasional. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya posisi petani dalam menjaga bahkan meningkatkan produktivitas sawit Indonesia. Dengan peran sebesar itu, kebun sawit rakyat disebut-sebut sebagai game changer yang bisa mengangkat kinerja sektor perkebunan secara nasional.
Namun, petani sawit masih menghadapi sejumlah hambatan. Keterbatasan akses informasi, teknologi, pembiayaan, dan kelembagaan membuat produktivitas sulit terdongkrak. Rendahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), minimnya keterlibatan dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR), serta rendahnya partisipasi dalam sertifikasi ISPO menambah daftar tantangan yang harus segera diatasi.
Fokus Utama dan Harapan
Melalui IPOSC, berbagai isu mendesak ini akan dibahas secara mendalam. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas dan daya saing petani, memperkuat kelembagaan sebagai tulang punggung sawit rakyat, sekaligus memberikan pemahaman menyeluruh tentang arah kebijakan industri kelapa sawit berkelanjutan.
Dari forum ini, diharapkan muncul peningkatan kesadaran dan partisipasi petani dalam PSR maupun sertifikasi ISPO, komitmen kolektif untuk memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal, serta terciptanya peluang kemitraan nyata untuk membuka akses pembiayaan, pasar, dan teknologi. Tak hanya itu, IPOSC juga diharapkan menjadi pintu bagi petani mengenal inovasi pertanian modern, mulai dari digitalisasi, mekanisasi, hingga sistem informasi kebun.
Expo dan Aktivitas Petani
Selain konferensi, IPOSC juga menghadirkan pameran yang sangat relevan bagi petani. Produsen kecambah sawit, pupuk, pestisida, hingga penyedia alat panen dan mesin pertanian dapat langsung menjangkau target utama mereka: para petani. “Peserta dan pengunjung IPOSC benar-benar petani sawit, sehingga ini adalah kesempatan tepat untuk memperkenalkan produk langsung kepada pasar yang sesungguhnya,” ujar Hendra.
Sebagai ciri khas, IPOSC juga menyelenggarakan lomba-lomba unik yang berakar dari keseharian petani sawit, seperti lomba angkat TBS dan kompetisi berat TBS antarpetani se-Indonesia. Ajang ini sekaligus menjadi ruang kebersamaan, memperkuat solidaritas petani sawit dari berbagai daerah. (*)