12 Februari 2026
Share:

Bisnissawit.comPT REA Kaltim Plantations (REA) merealisasikan program Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) melalui penyerahan tiga unit kendaraan produktif kepada Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kemitraan sawit berkelanjutan antara perusahaan dan desa guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Penyerahan kendaraan dilakukan secara simbolis pada Rabu, 11 Februari 2026 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Acara tersebut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara, Presiden Direktur REA Luke Robinow, Direktur Sustainability REA Dr. Bremen Yong, Camat Kembang Janggut, serta Kepala Desa Kembang Janggut.

Program ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama kemitraan yang telah ditandatangani pada pertengahan 2025. Skema FPKM dikembangkan melalui konsultasi intensif bersama pemerintah desa untuk menciptakan solusi ekonomi berbasis lokal yang berkelanjutan, memperluas partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi, serta memperkuat peran koperasi desa sebagai penggerak utama pertumbuhan.

Melalui model kemitraan tersebut, kendaraan yang diserahkan tetap menjadi aset milik desa dan akan disewakan kembali kepada REA untuk mendukung operasional perusahaan. Skema ini memungkinkan desa memperoleh pendapatan rutin yang dapat digunakan untuk mendanai program prioritas masyarakat, membuka lapangan kerja bagi warga lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa. Pendekatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi pemerintah, karena menciptakan nilai tambah di tingkat lokal dan memastikan manfaat ekonomi tetap berputar di lingkungan masyarakat.

Presiden Direktur REA, Luke Robinow, menegaskan bahwa implementasi FPKM harus menghasilkan nilai jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat. Menurutnya, program dirancang agar aset yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan terus menghasilkan pendapatan stabil bagi desa maupun perusahaan.

Inisiatif ini selaras dengan salah satu dari empat pilar strategis keberlanjutan REA, yaitu Pemberdayaan Mata Pencaharian (Empowering Livelihoods), yang berfokus pada penguatan sumber pendapatan masyarakat melalui kemitraan inklusif dan solusi berbasis lokal.

Baca Juga:  Terbaru Harga TBS Mitra Plasma Sumsel Periode 20 Januari 2025

Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kesm., menyampaikan bahwa pelaksanaan FPKM diharapkan mampu memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan sekaligus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat di wilayah Kutai Kartanegara.

Kepala Desa Kembang Janggut menyambut positif program tersebut. Ia menilai skema ini memberikan pendapatan rutin bagi desa sekaligus fleksibilitas dalam pengelolaan dana sesuai prioritas masyarakat, sehingga mendorong kemandirian, bukan sekadar bantuan satu kali. Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kembang Janggut, Yadi, S.Pd., yang berharap kemitraan ini mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi warga.

Sementara itu, Dr. Bremen Yong, Group Chief Sustainability Officer REA, menekankan bahwa keberlanjutan berarti menciptakan nilai jangka panjang melalui kolaborasi. Dengan menyusun FPKM berbasis aset desa yang produktif, perusahaan memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendukung pembangunan sosial-ekonomi yang tangguh di tingkat desa maupun lanskap yang lebih luas.

Melalui program FPKM ini, REA memastikan bahwa kemitraannya dengan desa-desa sekitar benar-benar memberikan dampak nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.