9 April 2026
Share:

Bisnissawit.com – Di tengah dorongan efisiensi dan tren dekarbonisasi industri, kendaraan listrik mulai dilirik sebagai solusi baru untuk mendukung operasional di sektor perkebunan sawit. Selain dinilai lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga dianggap mampu menekan biaya operasional harian yang selama ini cukup besar di area perkebunan.

JAC Motors Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang mulai menawarkan kendaraan listrik komersial untuk kebutuhan di lapangan, termasuk di area perkebunan sawit yang memiliki medan berat dan wilayah operasional yang luas.

Salah satu model yang diunggulkan adalah JAC Trekker T9 EV, kendaraan double cabin listrik 4×4 yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, mulai dari area berbatu, tanah merah, hingga jalan berlumpur yang kerap ditemui di perkebunan sawit.

Chief Operating Officer Indomobil JAC, Reggie Kurnia mengatakan, kendaraan tersebut sudah mulai digunakan di berbagai area operasional di Indonesia, termasuk site-site dengan karakter medan yang berat.

“Kita bisa tahu bahwa untuk JAC Trekker T9 EV, double cabin kita itu sudah ada populasi di Indonesia dan di tambang-tambang, jadi kita harus lebih dinamis untuk melakukan after sales di area-area site tersebut,” ujar Reggie kepada awak media di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4). Menurutnya, kebutuhan kendaraan tangguh di sektor tambang juga memiliki kesamaan dengan kebutuhan di perkebunan sawit yang banyak beroperasi di area terpencil.

JAC Trekker T9 EV dibekali sistem dual motor 4×4 dengan beberapa mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan medan. Kendaraan ini juga memiliki baterai berkapasitas 88,02 kWh dengan jarak tempuh hingga 344,5 kilometer dalam sekali pengisian daya. Dengan daya jelajah tersebut, kendaraan ini dinilai cukup ideal untuk aktivitas patroli kebun, pengawasan panen, hingga mobilitas pekerja di area perkebunan yang luas.

Baca Juga:  Tren Minyak Sawit: Produksi dan Ekspor Menurun, Konsumsi Domestik Meningkat

Tak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi teknologi Vehicle-to-Load atau V2L yang memungkinkan baterai kendaraan digunakan untuk menyalakan peralatan kerja di lapangan. Fitur ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penerangan, alat komunikasi, maupun perangkat teknis di area kebun yang belum memiliki akses listrik memadai.

Dari sisi keselamatan, Technical After Sales Division Head JAC Motors Indonesia, Edo Putro menegaskan bahwa kendaraan ini sudah disiapkan sesuai kebutuhan operasional di area berat.

“Safety itu penting, sehingga kami menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan operasional di area tambang. Berbagai fitur keselamatan seperti APAR telah disiapkan sesuai standar yang berlaku,” kata Edo. Ia menambahkan, kendaraan juga telah dilengkapi fitur pre-installation untuk kebutuhan tambahan seperti lampu rotator, lampu belakang, hingga perangkat radio tanpa kabel.

Selain Trekker T9 EV, JAC juga menghadirkan kendaraan listrik komersial lain seperti JAC UrbanMover N90 EV dan JAC MetroMover N35. Kedua kendaraan ini dinilai bisa dimanfaatkan perusahaan sawit untuk distribusi pupuk, pengangkutan hasil panen, hingga logistik antar kebun dan pabrik.

Partisipasi JAC dalam GIICOMVEC 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan solusi kendaraan niaga listrik yang lebih hemat biaya operasional dan ramah lingkungan kepada pelaku usaha di berbagai sektor, termasuk industri sawit.