Bisnissawit.com – Konglomerat nasional Theodore Permadi Rachmat (TP Rachmat) melakukan aksi divestasi sebagian sahamnya di PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), emiten perkebunan sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada perdagangan Kamis (21/8/2025) TP Rachmat melepas sekitar 4,03 juta lembar saham TAPG. Kala itu, harga saham TAPG sempat dibuka di level Rp1.580 per lembar sebelum ditutup melemah di Rp1.560.
Dengan transaksi ini, kepemilikan TP Rachmat berkurang menjadi 5,16% atau setara 1.024.562.800 lembar saham. Sebelumnya, ia memegang 5,18% atau 1.028.601.500 lembar saham di perusahaan tersebut.
Performa Keuangan Menguat
Aksi jual tersebut dilakukan di tengah kinerja keuangan TAPG yang justru menunjukkan performa solid sepanjang paruh pertama 2025. Perusahaan membukukan laba bersih Rp1,69 triliun, tumbuh 75,36% dibandingkan semester I/2024 yang sebesar Rp966,34 miliar.
Peningkatan laba ini ditopang oleh lonjakan pendapatan 35,13% menjadi Rp5,5 triliun. Sebagian besar berasal dari penjualan produk kelapa sawit dan turunannya sebesar Rp5,49 triliun, serta kontribusi tambahan dari produk karet senilai Rp13,11 miliar.
Kontribusi Pembeli Utama
Empat perusahaan tercatat sebagai pembeli utama sawit TAPG dengan transaksi jumbo, yaitu PT Sinar Alam Permai (Rp1,45 triliun), PT Kutai Refinery Nusantara (Rp1,21 triliun), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) senilai Rp582,33 miliar, serta PT LDC East Indonesia sebesar Rp563,69 miliar.
Dengan beban pokok penjualan Rp3,47 triliun dan biaya operasional yang terkontrol, laba per saham meningkat dari Rp49 menjadi Rp85. Secara neraca, hingga 30 Juni 2025 TAPG memiliki total aset Rp13,77 triliun, liabilitas Rp2,31 triliun, dan ekuitas Rp11,46 triliun.
Saham Masih Perkasa
Di pasar modal, saham TAPG pada Jumat (22/8) ditutup turun tipis 0,64% ke level Rp1.550 per lembar. Meski demikian, kinerjanya sepanjang periode masih mengesankan. Dalam sepekan terakhir harga naik 6,90%, sebulan terakhir melompat 16,10%, dan secara tahunan (YtD) sudah melesat 102,61%.
Kinerja positif TAPG tidak lepas dari tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun berjalan, yang memperkuat sentimen pasar terhadap emiten sawit.