Bisnissawit.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman resmi dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (28/1/2026). Penunjukan ini menegaskan peran strategis sektor pertanian, khususnya sawit, dalam mendukung pengembangan energi hijau nasional.
Dilansir dari Rilis Kementan Nomor: B-62/HM.160/7/01/2026, pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 134P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan serta Keppres Nomor 6P Tahun 2026 mengenai Pengangkatan Keanggotaan DEN dari Unsur Pemerintah.
Usai dilantik, Mentan Amran menegaskan kesiapannya untuk mengakselerasi pemanfaatan potensi pertanian sebagai tulang punggung transisi energi nasional melalui pengembangan green energy berbasis sumber daya lokal.
“Ke depan, kita akan fokus mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, mulai dari singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, hingga berbagai komoditas lainnya,” ujar Amran seusai upacara pelantikan di Istana Negara.
Ia menilai Indonesia sebagai negara agraris memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama energi terbarukan berbasis biofuel. Sektor pertanian dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi.
Menurut Amran, kelapa sawit dan tebu saat ini telah menjadi sumber utama biofuel nasional. Ke depan, pemerintah juga akan mendorong singkong sebagai alternatif baru dengan potensi yang dinilai sangat menjanjikan.
“Sawit dan tebu sudah berjalan. Berikutnya kita kembangkan singkong. Ini kekuatan besar kita,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat kebijakan mandatori biodiesel, termasuk penerapan B50. Kebijakan ini ditargetkan mampu menekan impor solar secara signifikan.
“Insya Allah, berdasarkan hasil koordinasi, tahun ini Indonesia tidak lagi mengimpor solar karena sudah masuk ke B50,” jelas Amran.
Sebagai informasi, Dewan Energi Nasional merupakan lembaga negara yang bertugas merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan energi nasional secara menyeluruh dan berjangka panjang.
Dengan bergabungnya Mentan Amran di DEN, diharapkan sinergi antara sektor pertanian khususnya sawit dan sektor energi semakin kuat dalam mendorong transisi energi berkelanjutan.
Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat hilirisasi, pengembangan komoditas energi, serta perluasan budi daya tanaman penghasil biofuel secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Langkah ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung target Indonesia menuju kedaulatan energi dan pembangunan hijau yang berkelanjutan. (*)