Bisnissawit.com – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) membukukan kinerja keuangan yang luar biasa sepanjang semester I/2025. Perseroan berhasil mencatat lonjakan laba bersih lebih dari 1.000% seiring meningkatnya volume penjualan.
Dikutip dari Bisnis.com, Minggu (31/8/25) dalam laporan keuangan periode Januari–Juni 2025, NSSS meraih pendapatan sebesar Rp946,62 miliar, atau tumbuh 66,20% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp569,57 miliar. Pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari dua lini bisnis inti. Penjualan crude palm oil (CPO) melonjak 57,94% menjadi Rp807,54 miliar dari sebelumnya Rp511,31 miliar, sementara penjualan palm kernel (PK) atau inti sawit meningkat signifikan 138,73% menjadi Rp139,07 miliar dari Rp58,26 miliar.
Dari sisi pelanggan besar, NSSS membukukan kinerja positif. Penjualan ke PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) naik 31,20% menjadi Rp508,43 miliar. Lalu ke PT Karyaindah Alam Sejatera tumbuh 148,03% menjadi Rp191,98 miliar, sementara PT Bina Karya Prima mencatat kontribusi Rp107,11 miliar yang kini masuk jajaran tiga besar penyumbang penjualan NSSS.
Menariknya, meski pendapatan meningkat tajam, beban pokok penjualan hanya naik tipis 3,05%. Hal ini membuat laba bruto perseroan melesat 254,90% menjadi Rp506,87 miliar. Dampaknya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menembus Rp314,26 miliar, tumbuh 1.322,61% dari periode sama tahun lalu yang hanya Rp22,09 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, NSSS menunjukkan fundamental yang semakin sehat. Ekuitas perusahaan naik 54,67% menjadi Rp1,68 triliun, sementara liabilitas berhasil ditekan 15,75% menjadi Rp2,20 triliun. Total aset tercatat Rp3,88 triliun atau naik 4,90% secara tahunan.
Capaian positif ini juga tercermin di pasar modal. Saham NSSS ditutup menguat 1,42% ke level 428 per saham pada perdagangan terakhir, dengan akumulasi kenaikan 55,07% sejak awal tahun. Tidak hanya itu, saham ini juga menjadi incaran investor asing, mencatat net buy sebesar Rp1,03 triliun sepanjang 2025, terdiri dari Rp33 miliar di pasar reguler dan Rp993 miliar melalui transaksi tunai maupun negosiasi.