Bisnissawit.com – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat Indonesia Sustainability Palm Oil sebagai standar nasional yang dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas penerimaan minyak sawit Indonesia di pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan dalam seminar sesi III Andalas Forum VI yang digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia di Palembang pada 16–17 April 2026 dengan tema “Positioning dan Keberterimaan ISPO Menghadapi Tuntutan dan Tantangan Pasar Global”.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjenbun Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menyebut implementasi ISPO di sektor swasta telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“Implementasi ISPO di sektor swasta telah mencapai lebih dari 70 persen. Ini menunjukkan komitmen kuat pelaku usaha dalam mendukung keberlanjutan industri sawit nasional,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai penguatan implementasi di kalangan pekebun swadaya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan bersama.
“Penguatan pada pekebun swadaya menjadi prioritas bersama, agar seluruh pelaku dalam rantai pasok dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari penerapan ISPO,” tambahnya.
Pemerintah juga berharap ISPO dapat semakin diakui secara global dan mampu menjawab tuntutan berbagai standar internasional yang terus berkembang.
“Ke depan, ISPO diharapkan tidak hanya diterima, tetapi juga mampu memenuhi standar global. Bahkan, ISPO diharapkan dapat menjadi rujukan utama, sehingga pemenuhannya dapat mencerminkan kesesuaian dengan berbagai skema sertifikasi global,” jelas Kuntoro.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memimpin arah standar keberlanjutan sawit di tingkat global.
“Sebagai produsen utama global, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam menetapkan arah standar keberlanjutan sawit dunia,” katanya.
Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia juga menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ISPO sebagai instrumen penting bagi industri sawit nasional.
Perwakilan GAPKI, Ismu Zulfikar, menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha akan menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit berkelanjutan yang mampu bersaing di pasar global.