Bisnissawit.com – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Media Perkebunan bersama BPDP dan GAPKI resmi menggelar 1st International Environment Forum (IEF) & Exhibition 2026 di Jakarta pada Rabu (22/4).
Mengusung tema “Kelapa Sawit Merusak Lingkungan?”, forum ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai persepsi publik terkait hubungan industri kelapa sawit dengan isu lingkungan, termasuk banjir bandang dan kerusakan alam.
Sebagai komoditas strategis nasional, kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, baik dari sisi devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga pembangunan daerah. Namun di sisi lain, sawit juga kerap menjadi sorotan dan dituding sebagai penyebab utama berbagai persoalan lingkungan.
Ketua Panitia Pelaksana, Hendra J. Purba mengatakan, forum ini digelar agar masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, dapat memperoleh pemahaman yang lebih objektif dan berbasis data terkait isu sawit dan lingkungan.
“Acara Hari Bumi penting harus dihadiri mahasiswa agar menjadi catatan atau menjadi masukan kepada anak-anak sekalian agar benar sesuai dengan data,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, selama ini sawit kerap menjadi pihak yang disalahkan dalam berbagai persoalan lingkungan, padahal persoalan tersebut tidak selalu berkaitan langsung dengan keberadaan perkebunan sawit.
“Kami menyadari bahwa sawit ini sebagai ‘korban’ karena di kampung saya sendiri di Tapanuli Utara jadi sebenarnya sawit itu di pesisir, jadi kita yang kena imbasnya, sawit yang tertuduh,” katanya.
Ia menambahkan, forum tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi ilmiah yang kredibel bagi generasi Z agar tidak mudah terpengaruh oleh stigma dan informasi yang belum tentu benar.
“Forum ini menjadi forum yang utama, forum ilmiah yang bisa menjadi sumber konten anak-anak Gen Z supaya informasi yang disampaikan benar,” ucapnya.
Forum ini menghadirkan pembahasan mengenai hubungan sawit dan lingkungan secara ilmiah, praktik terbaik atau good agricultural practices (GAP) dalam pengelolaan perkebunan, serta pentingnya keberlanjutan berbasis prinsip people, planet, profit.
Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran teknologi pengolahan air dan POME yang menjadi bagian dari solusi nyata pengelolaan lingkungan di industri sawit.