13 September 2025
Share:

Bisnissawit.com – Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), perusahaan milik anak Haji Isam, melesat hingga 9,87% dan mencapai batas auto reject atas (ARA) di level Rp 4.230 pada perdagangan Jumat (12/9/2025). Dilansir dari Investor.id, angka ini sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang perjalanan saham PGUN di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan ini terjadi setelah suspensi saham PGUN resmi dicabut dan sahamnya dipindahkan ke papan pemantauan khusus. Sebelumnya, perdagangan saham PGUN sempat dihentikan sejak 2 September 2025 akibat lonjakan harga kumulatif yang dinilai terlalu signifikan.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, saham PGUN tercatat meroket hingga 683,33%. Sementara untuk periode sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), kenaikannya bahkan menembus 897,64%. Kini, kapitalisasi pasar PGUN sudah mencapai Rp 24,27 triliun.

Struktur kepemilikan PGUN mayoritas dikuasai oleh PT Araya Agro Lestari sebesar 38,44% dan PT Citra Agro Raya sebesar 38,25%. Kedua perusahaan ini diketahui merupakan milik dua bersaudara, Liana Saputri dan Jhony Saputra, anak dari Haji Isam. Masing-masing dari keduanya memegang 50% saham di setiap perusahaan tersebut. Saat ini, Liana berusia sekitar 26 tahun, sedangkan sang adik, Jhony, berusia sekitar 24 tahun.

Berdasarkan data per 12 September 2025, nilai kepemilikan Araya Agro Lestari atas saham PGUN ditaksir mencapai Rp 9,33 triliun. Sementara itu, kepemilikan Citra Agro Raya atas saham yang sama bernilai sekitar Rp 9,28 triliun. Jika digabungkan, total aset yang dikendalikan Liana dan Jhony melalui dua perusahaan tersebut mencapai hampir Rp 18,61 triliun, meski keduanya masih berada di usia 20-an tahun. (*)

Baca Juga:  Plantation Key Technology Edukasi Petani Kelapa Sawit Tanggulangi Ganoderma