21 April 2026
Share:

Bisnissawit.com – Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia pada 2025 tercatat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi CPO nasional mencapai 51,66 juta ton pada 2025, naik 7,26 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 48,16 juta ton.

Kenaikan produksi tersebut turut mendorong total produksi sawit nasional, termasuk palm kernel oil (PKO), menjadi 56,55 juta ton pada 2025. Sementara pada 2024, total produksi CPO dan PKO tercatat sebesar 52,76 juta ton.

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono mengatakan peningkatan produksi tersebut didorong kondisi cuaca yang lebih baik serta harga sawit yang tinggi pada tahun sebelumnya.

“Dengan demikian total produksi CPO dan PKO pada 2025 mencapai 56,55 juta ton, naik 7,18 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang sebesar 52,76 juta ton,” kata Mukti Sardjono.

GAPKI juga menyebut kenaikan produksi pada 2025 terjadi karena petani lebih intensif merawat kebun mereka seiring tingginya harga sawit pada 2024.

“Produksi tahun 2025 lebih tinggi karena cuaca yang baik sepanjang 2025 dan harga yang tinggi di tahun 2024, sehingga petani merawat kebun,” tulis GAPKI dalam keterangannya.

Selain produksi yang meningkat, konsumsi domestik sawit juga tumbuh. Sepanjang 2025, konsumsi domestik mencapai 24,77 juta ton, naik 3,82 persen dibandingkan 2024 sebesar 23,86 juta ton. Peningkatan terbesar berasal dari sektor biodiesel yang mencapai 12,70 juta ton, naik 10,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi ekspor, volume ekspor sawit Indonesia pada 2025 mencapai 32,34 juta ton, naik 9,51 persen dibandingkan ekspor 2024 yang sebesar 29,53 juta ton. Nilai ekspor sawit Indonesia juga melonjak menjadi US$35,87 miliar atau sekitar Rp590 triliun.

Baca Juga:  Sawit Dorong Pembangunan Inklusif, Berkontribusi Capai Target SDGs Global

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan peningkatan produksi menjadi penting untuk mendukung kebutuhan biodiesel nasional yang terus meningkat.

“Menteri Pertanian minta supaya kita memang setuju untuk peningkatan produktivitas untuk meningkatkan produksi kita karena program pemerintah ini akan swasembada energi utamanya untuk biodiesel. Jalan satu-satunya adalah kita harus meningkatkan produksi,” ujar Eddy Martono.