Bisnissawit.com – Analis Riset Ekuitas Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, memproyeksikan kinerja emiten kelapa sawit (CPO) masih akan mencatat pertumbuhan positif pada paruh kedua 2025.
Dilansir dari Kontan.co.id, Senin (11/8/25), optimisme ini didorong oleh berlanjutnya program mandatori biodiesel B40 serta implementasi perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang berpotensi memperluas akses ekspor ke pasar Eropa. Selain itu, potensi kenaikan rata-rata harga jual (ASP) dinilai masih terbuka lebar.
Sejalan dengan itu, analis pasar modal Kiswoyo memperkirakan, selama harga CPO global bertahan di atas MYR 4.000 per ton, emiten sawit akan terus mengakumulasi laba. Saat ini, harga CPO dunia berada di level MYR 4.256 per ton, atau naik 2,33% dalam sebulan terakhir.
Untuk strategi investasi, Kiswoyo merekomendasikan beli saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan target harga Rp 800 per saham, serta PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) di kisaran Rp 1.500–Rp 1.600 per saham. Sementara Abdul Azis memberikan rekomendasi beli untuk LSIP dengan target Rp 1.460 per saham. (*)