21 Oktober 2025
Share:

Bisnissawit.com PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi saham perseroan. Dalam surat resmi bernomor 197/CSR-JKT/CS/X/2025 yang disampaikan pada 20 Oktober 2025, manajemen menegaskan tidak ada informasi atau fakta material baru yang memengaruhi pergerakan saham CSRA di pasar.

Corporate Secretary PT Cisadane Sawit Raya Tbk, Iqbal Prastowo, menjelaskan bahwa satu-satunya aktivitas korporasi yang sedang berjalan adalah program pembelian kembali (buyback) saham yang telah diumumkan sebelumnya melalui surat nomor 102/CSR-JKT/Dir/Ext/IX/2025 tertanggal 15 September 2025. Program buyback ini berlangsung sejak 16 September hingga maksimal 15 Desember 2025, dan setiap transaksi dilaporkan melalui sistem IDXnet sesuai ketentuan keterbukaan informasi.

Iqbal menegaskan bahwa selain aktivitas buyback tersebut, perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material lain yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi para pemegang saham. Manajemen juga memastikan tidak ada kejadian penting lain yang bersifat material dan belum diungkapkan ke publik.

Selain itu, CSRA menyampaikan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat memengaruhi struktur kepemilikan, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.

Dalam surat tersebut, perusahaan juga menegaskan belum memiliki rencana tindakan korporasi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham di Bursa, setidaknya dalam tiga bulan ke depan. Para pemegang saham pengendali dan utama pun disebut belum memiliki rencana yang bersifat material terkait kepemilikan saham mereka di perseroan. (*)

Baca Juga:  CPO Malaysia Naik 1,34%, Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Bulan